DetikNews
Minggu 17 Februari 2019, 10:21 WIB

TKN: Sebut 'Tol Jokowi' Bikin Ban Panas, BPN Rendahkan Ahli Konstruksi RI

Tim detikcom - detikNews
TKN: Sebut Tol Jokowi Bikin Ban Panas, BPN Rendahkan Ahli Konstruksi RI Nusyirwan Soejono. Foto: Ari Saputra
Jakarta - Jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dian Fatwa, menyebut tol yang dibangun di era Jokowi sebagai pembunuh bayaran, karena membuat ban mobil cepat panas dan bahkan bisa meletus. Bagi TKN Jokowi-Ma'ruf, pernyataan Dian merendahkan ahli konstruksi Indonesia.

"Pihak Prabowo rupanya mengalami kesulitan mencari kelemahan kinerja Pemerintahan Jokowi, khususnya menyangkut pembangunan yang sudah dikerjakan selama 4 tahun ini, terlihat dari pernyataan tentang jalan tol yang membuat ban cepat panas dan meletus, pernyataan yang sangat tidak mendasar secara teknis, juga hanya cari-cari yang mungkin suatu kesalahan," kata Tim Penugasan Khusus TKN Jokowi-Ma'ruf, Nusyirwan Soejono, kepada wartawan, Minggu (17/2/2019).


Nusyirwan menyebut pernyataan Dian menyedihkan. Dia menegaskan semua yang dibangun oleh Pemerintah tentu sudah melalui proses perencanaan teknis yang ketat dan telah melalui pengujian serta sertifikasi dari institusi yang kredibel.

"Pernyataan tersebut juga merendahkan dan tidak menghargai kemampuan para ahli konstruksi Indonesia," ujar anggota Komisi V DPR ini.

Ilustrasi jalan tol.Ilustrasi jalan tol. Foto: Muhammad Abdurrosyid

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dian Fatwa, menjelaskan alasannya menyamakan jalan tol yang dibangun oleh pemerintah Presiden Joko Widodo dengan pembunuh bayaran karena--menurutnya--banyak kecelakaan. Apa kata Dian?

"Jadi semua jalan yang dibangun oleh Jokowi adalah jalan yang bentuknnya adalah rigid pavement itu adalah sebetulnya terbentuk dari beton, dengan beton ini gesekan antara ban itu kalau dengan kecepatan tinggi cepat panas dan cepat meletus seperti diamplas," kata Dian Fatwa kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019) malam.


Menurutnya, dengan rigid pavement sangat membahayakan bagi kendaraan khususnya bus dan truk yang memiliki ban tipis. Dia menyayangkannya.

"Karena itu jalan yang dibangun oleh Jokowi itu tidak memenuhi standar highway atau flexible pavement ini karena tidak ditambah aspal. Ini persoalan safety ini diabaikan. Emang rigid pavement itu kan abis kerikil, beton, kemudian aspal. Kalau ditambahin aspal itu adalah high grade, mestinya itu ditambahkan di situ tapi itu tidak," ujar Dian.

"Jadi yang saya maksud itu adalah itu padahal jalan tol itu adalah flexible pavement itu artinya diaspal, ternyata jalan Jokowi itu khususnya, misalnya Jakarta-Solo, Solo-Boyolali itu rigid pavement," sambungnya.


Tonton juga video 'Tol Japek-Becakayu Si Pemangkas Kemacetan':

[Gambas:Video 20detik]


(tor/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed