DetikNews
Minggu 17 Februari 2019, 08:00 WIB

Polisi Jelaskan Barang Bukti Pengaturan Skor yang Dirusak Joko Driyono

Ibnu Hariyanto - detikNews
Polisi Jelaskan Barang Bukti Pengaturan Skor yang Dirusak Joko Driyono Plt Ketum PSSI Joko Driyono (Foto: Lamhot Aritonang).
Jakarta - Polisi menetapkan Plt Ketum PSSI Joko Driyono sebagai tersangka dalam kasus pengerusakan barang bukti pengaturan skor sepak bola. Polisi menyebut barang bukti yang dirusak itu berkaitan erat dengan kasus pengaturan skor yang dilaporkan oleh Mantan Manajer Persibara Banjarnegara, Lasmi Indaryani.

"Jadi salah satu barang bukti yang dirusak itu memiliki kaitan erat sama laporannya Bu Lasmi (Lasmi Indaryani), itu nanti akan dikembangkan," kata Karo Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat dihubungi detikcom, Sabtu (16/2/2019) malam.

Dedi mengatakan hal itu juga akan menjadi fokus materi yang didalami Satgas Antimafia Bola kepada Joko Driyono pada pemeriksaan Senin (18/2) mendatang.

"Nanti dalam pemeriksan hari Senin itu salah satu poin atau materi yang didalami oleh satgas," tambahnya.



Meski demikian, Dedi enggan bicara lebih jauh soal kemungkinan Joko Driyono juga menjadi tersangka dalam laporan Lasmi Indaryani. Dedi mengatakan semua itu tergantung pada pemeriksaan hari Senin yang akan datang.

"Kalau itu nanti tunggu hari Senin. Arah ke situ nanti akan dikuatkan dengan bukti-bukti petunjuk yang dimiliki oleh satgas. Sekarang masih tersangka yang alat buktinya kuat dan cukup itu yang pengrusakan, penghilangan dan pencurian barang bukti," ujar Dedi saat ditanya status Joko Driyono dalam laporan Lasmi Indaryani.

Selain berkaitan erat dengan laporan Lasmi Indaryani, menurut Dedi, barang bukti yang dirusak merupakan dokumen-dokumen penting. Dokumen itu berisi soal pertandingan di Liga 3 sampai Liga 1, bukti transfer, pengaturan pertandingan hingga pengaturan perangkat pertandingan.

"Itu dokumen-dokumen, dokumen penting pertandingan di liga 3, 2, maupun liga 1, itu dokumen penting itu ada bukti transfer, ada pengaturan pertandingan, ada pengaturan perangkat pertandingan dan sebagainya. Itu akan diaudit terus oleh Satgas," sebut Dedi.



Sebelumnya, Polri menyebut Joko Driyono sebagai aktor intelektual perusakan bukti kasus dugaan pengaturan skor. Sebelum Joko Driyono, ada 3 orang yang ditetapkan sebagai tersangka perusakan bukti kasus pengaturan skor.

"Dapat diduga sebagai aktor intelektual yang menyuruh dan memerintahkan 3 orang lakukan pencurian dan perusakan police line, masuk rumah tanpa izin, ambil laptop, dokumen dokumen, dan barbuk untuk mengungkap match fixing. Nah ini aktornya intelektualnya saudara Jokdri," tegas Kabiro Penerangan Masyarakat (Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (16/2/).

Ketiga tersangka perusakan bukti pengaturan skor yakni Musmuliadi, Dani dan Abdul Gofur, memasuki kantor Komdis PSSI yang beralamat di Jalan Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan. Padahal kantor tersebut telah disegel petugas dengan garis polisi atau police line.

Ketiga tersangka dalam pemeriksaan Satgas Antimafia Bola mengaku melakukan pengambilan sejumlah dokumen, video rekaman CCTV, ponsel dan laptop karena disuruh seseorang, yang identitasnya belum dapat diungkap ke publik oleh polisi.



Tonton video PSSI 'Luruskan' soal Status Tersangka Joko Driyono:

[Gambas:Video 20detik]


(ibh/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed