DetikNews
Sabtu 16 Februari 2019, 20:42 WIB

Janji Prabowo-Sandi di Bidang Pangan: Danai Petani Hingga Turunkan Harga Telur

Elza Astari Retaduari - detikNews
Janji Prabowo-Sandi di Bidang Pangan: Danai Petani Hingga Turunkan Harga Telur Foto: Prabowo-Sandiaga. (Dok. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar).
Jakarta - Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno banyak memberikan janji di bidang pangan. Seperti apa janji-janji Prabowo-Sandi soal pangan seperti yang menjadi tema di debat kedua Pilpres 2019?

Debat Pilpres 2019 kedua akan diselenggarakan esok hari, Minggu 17 Februari 2019. Debat ini mengusung tema lingkungan hidup, infrastruktur, energi, pangan, dan sumber daya alam. Hanya capres yang akan mengikuti debat kedua tersebut.

Prabowo-Sandiaga dalam kampanyenya banyak menyoroti masalah pangan. Sandiaga bahkan di setiap kampanyenya selalu mendatangi pasar untuk mengecek harga-harga pangan, sekaligus berbincang dengan para pedagang dan masyarakat yang berbelanja di pasar.

Sandiaga mengaku kerap mendapatkan keluhan baik dari pedagang maupun pembeli. Rata-rata yang disoroti Sandiaga adalah harga bahan-bahan pokok yang mahal. Kepada masyarakat, ia kerap menyatakan siap menstabilkan harga pangan bila berhasil terpilih sebagai pemimpin Indonesia.

Salah satu momennya adalah saat eks Wagub DKI itu berdialog dengan petani bawang. Ia mendengarkan keluhan petani soal harga pupuk, harga jual yang turun, hingga soal impor bawang yang membuat petani buntung. Kepada petani, Sandiaga berjanji akan menerapkan kebijakan yang pernah dijalankannya di DKI Jakarta untuk membantu petani jika kelak terpilih pada Pilpres 2019. Caranya adalah mendorong badan usaha milik negara (BUMN) bekerja sama dengan petani daerah.



"Waktu itu di DKI, bawang merah harganya naik dan langka. Kami mengambil inisiatif dengan PT Food Station Tjipinang Jaya, menjalin kerja sama dengan petani bawang Brebes. Alhamdulillah kami patahkan mitos harga tinggi di hari Lebaran karena pasokan terjaga. Petani bawang Brebes sejahtera, pedagang bahagia, pembeli tersenyum," kata Sandiaga saat bertemu petani Nganjuk, Kamis (7/2).

"Kalau Allah mengizinkan, kami akan melakukan hal yang sama, namun untuk Indonesia dengan Bulog atau pemangku kepentingan lainnya juga dengan pihak ketiga melalui public private partnership. Jadi tidak ada lagi petani rugi. Pemerintah harus hadir buat petani. Karena salah satu fokus Prabowo-Sandi adalah mewujudkan swasembada pangan. Bagaimana mau swasembada pangan jika petaninya tidak sejahtera," sambungnya.

Bukan hanya kepada petani, Sandiaga pun memberikan janjinya kepada masyarakat untuk membuat harga-harga pangan murah. Pasangan nomor urut 02 ini pun juga kerap berjanji menyediakan banyak lapangan pekerjaan bila terpilih sebagai presiden dan wakil presiden pada Pilpres 2019.

"Mau harga-harga murah. Mau harga-harga terjangkau? Sekali lagi, insyaallah, kita berjuang bersama-sama. Kami akan fokus pada bidang ekonomi. Ekonomi yang menggerakkan usaha pengusaha kecil dan menengah yang dapat membantu rakyat nantinya," ujar Sandiaga saat berkampanye di Jambi, Jumat (25/1).


Sandiaga memberikan banyak perhatian kepada petani maupun pengrajin. Seperti di antaranya kepada petani karet, pengrajin rotan, petani bawang, hingga peternak. Salah satu program kesejahteraan petani yang digagas Prabowo-Sandiaga adalah dengan memberikan pendanaan. Sistemannya adalah dalam bentuk permodalan.

"Jadi kalau ada harga pangan yang naik-turun, Dolar naik-turun itu tidak membebani masyarakat karena bisa swasembada. Yang jelas, Pak Prabowo dan saya berkomitmen untuk mensejahterakan petani kita. Insyaallah jika Prabowo-Sandi terpilih kita berikan pendanaan," jelas Sandiaga saat mengunjungi Kelompok Wanita Tani (KWT) Sasono Catur di Kanten-Kebonagung, Imogiri Bantul, DIY, Jumat (12/10/2018).

Ditambahkan Sandiaga, komitmen tersebut berkaca pada keinginan dirinya dan Prabowo Subianto untuk menghasilkan gerakan dan memicu geliat ekonomi secara nasional, baik harga pangan yang terjangkau dan ketahanan pangan.

"Pola berbasis komunitas ekonomi kerakyatan yang diusung Prabowo-Sandi akan terus didorong ke depan. Jadi nanti kita tawarkan dana atau modal, kita juga upayakan ada akses permodalan nanti," ujar Sandiaga.


Prabowo-Sandiaga pun kerap mengkritisi swasembada pangan di era pemerintahan Joko Widodo. Pasangan nomor urut 02 ini mengkritik soal masih adanya impor untuk kebutuhan pangan di Indonesia. Untuk itu, Prabowo-Sandiaga berjanji tidak akan melakukan impor bahan pangan, termasuk untuk mewujudkan swasembada beras.

"Dalam berbagai kesempatan saya selalu mengatakan stop impor pangan saat petani panen. Pelemahan ekonomi juga akibat impor yang menggila. Seolah Indonesia tidak punya sumber daya alam dan sumber daya manusia. Petani, nelayan mengeluhkan soal impor ini. Keluhan yang sama terus saya peroleh dari 1.000 titik lebih yang saya datangi di seluruh peosok Indonesia," papar Sandiaga ketika bertemu dengan sejumlah perwakilan petani di Bora, Jumat (11/1).

"Jika 2019 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno terpilih menjadi pelayan rakyat, akan mengubah kebiasaan lama ini. Yakni stop impor dan utang. Termasuk memberantas mafia pangan dan impor, dan memenuhi harapan Pak Anton dan seluruh petani dan rakyat Indonesia," imbuhnya berjanji.

Dalam kampanyenya, Sandiaga pun berjanji untuk menyederhanakan rantai distribusi pangan agar bisa memangkas harga. Bukan hanya Sandiaga saja yang sering menyampaikan janji soal masalah pangan di Indonesia.


Prabowo berjanji untuk menurunkan harga-harga pangan bila ia dan Sandiaga berkuasa. Menurut dia, pemerintah saat ini salah mengelola negara sehingga mengakibatkan harga bahan pokok yang naik tinggi.

"Susah dapat pekerjaan, minta ampun. Cari bayar makan saja susah sekarang. Berapa hari ini telur naik, berapa? Rp 26 ribu sekilo? Rp 30 ribu? Rp 36 ribu? Rp 28 ribu? Di kampung Rp 32 ribu sekilo? Kalau kita berkuasa nanti, kita akan menjamin daging, telur, ayam, susu, beras, akan terjangkau oleh rakyat yang paling miskin," katanya di acara Konsolidasi Koordinator TPS se-Provinsi DKI Jakarta, di Roemah Djoeang Prabowo-Sandi, Jalan Wijaya I no 81, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/1).

Ketum Partai Gerindra itu yakin dirinya bisa memenuhi janji-janjinya itu. Sebab Prabowo mengaku akan mengelola negara dengan baik dan benar.

"Ketum Partai Gerindra itu yakin dirinya bisa memenuhi janji-janjinya itu. Sebab ia mengaku akan mengelola negara dengan baik dan benar," ujar eks Danjen Kopassus itu.

Soal janji menurunkan harga-harga pangan ini juga pernah disampaikan Prabowo di depan emak-emak emak-emak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Ta'lim (FKMT) serta relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API). Bahkan penurunan harga-harga pangan itu disebut akan masuk dalam program 100 harinya pertama menjabat sebagai presiden.

"Ibu yang dari FKMT tadi saya nangkep sudah harapannya, pokoknya perintah emak-emak saya sudah tangkap, emak-emak minta harga daging turun, harga beras turun, harga gula turun, harga telur turun, harga ayam turun, minta harga listrik turun, betul?" ujar Prabowo.

"Kita akan bekerja untuk emak-emak semuanya. Insyaallah kalau hitungan saya harga daging, harga telur, harga ayam, bisa kita turunuin dalam 100 hari pertama. Harga beras saya juga feeling hitungan saya bisa kita turunkan," tutupnya.



Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini.
(elz/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed