Diinjak-injak, Suporter PSIS Semarang Patah Kaki

Diinjak-injak, Suporter PSIS Semarang Patah Kaki

- detikNews
Jumat, 16 Sep 2005 16:19 WIB
Jakarta - Tak kalah serunya dengan pertandingan di dalam stadion, keadaan di luar stadion juga memanas. Perang antarsuporter terjadi. Akibatnya, seorang suporter Panser Biru PSIS Semarang mengalami patah kaki.Kejadian ini terjadi saat bentrokan antarsuporter PSM Makassar dengan Bonekmania Persebaya Surabaya, di Pintu VI dan VII, Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (16/9/2005). Selama ini suporter PSIS selalu bergabung dengan bonekmania. "PSIS dan Persebaya konco (teman)," ujar seorang bonek. Suporter PSIS Semarang yang kemudian diketahui bernama Budi (30) saat ini belum dibawa ke rumah sakit dan masih terbaring kesakitan di depan Pintu VIP sisi barat.Sementara Ketua Harian PSM Makassar Kadir Halid mengakui, saat ini suasana perang urat syaraf antarsuporter makin terasa, bahkan bentrokan fisik pun tak terhindarkan."Saat suporter kami (PSM Makassar) tiba di sini, mereka dilempari oleh bonek (suporter Persebaya), sehingga kaca mobil yang terdepan kacanya pecah. Massa PSM sudah tidak terkendali. Saya sudah berteriak-teriak, tapi mereka susah untuk diatur. Saya sudah terjun langsung, tapi ya nggak bisa," ujarnya.Dikatakannya, sekitar 3.000 pendukung PSM Makassar tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat pagi dengan menggunakan KM Kerinci. Kadir Halid menyatakan, para pendukung PSM sudah dilengkapi dengan tiket tanda masuk.Ketika disinggung soal tempat bermalam, Kadir hanya menyatakan, pihaknya sangat mengharapkan uluran tangan dari perantau Makassar di Jakarta untuk turut membantu, termasuk bantuan makanan."Kalau tempat tidur, kita kan dikasih tempat di Pintu VI dan VII," ujarnya tanpa mau menyebutkan apakah mereka akan bermalam di tempat tersebut atau kah di tempat lainnya. Selain itu terdapat informasi pula, seorang suporter Persebaya Surabaya yang bernama Marzuki (28) dipukuli oleh suporter PSM Makassar. Tidak hanya itu, HP dan dompetnya yang berisi uang Rp 100 ribu pun raib dijarah. (san/)


Berita Terkait