Penjual Tahu Sumedang Coba Cari Untung eh Malah Dirampas Bonek

Penjual Tahu Sumedang Coba Cari Untung eh Malah Dirampas Bonek

- detikNews
Jumat, 16 Sep 2005 16:00 WIB
Jakarta - Bermaksud meraih untung yang besar di saat perhelatan babak Delapan Besar Liga Indonesia di Stadion Gelora Bung Karno, namun justru buntung yang diraih.Inilah yang dialami seorang pedagang tahu sumedang, Haris. Pria ini yakin perhelatan sepakbola itu akan disaksikan ribuan orang. Berarti calon konsumennya bakal melimpah. Karena itu sejak Jumat (16/9/2005) pagi, dia sudah mempersiapkan keranjang tahunya baik-baik. Bayangan keuntungan puluhan ribu rupiah sudah membayang di benaknya.Ketika siang mulai terasa, Haris membawa sekitar 1.400 bijitahu di dalam keranjangnya menuju GBK, Senayan, Jakarta. Beberapa menit tiba di stadion berkapasitas 100 ribu orang itu, dia sangat senang ketika seorang suporter berbaju hijau memanggilnya. Penglaris nih, pikirnya.Tapi keriangan hati Haris hanya sedetik. Selanjutnya mimpi buruk datang. "Dia mengeluarkan uang Rp 1.000. Namun seketika ratusan orang lainnya berbaju hijau ikut mengerumuni saya dan merampas keranjang saya," keluh Haris.Karena takut dipukul oleh suporter berkaos hijau, seragam pendukung Persebaya itu, Haris spontan melemparkan keranjangnya ke arah kerumunan 'pecinta' sepakbola itu. "Habis saya takut,Mas, jadi saya lemparkan saja keranjangnya," ceritanya sedih.Setelah puas menikmati tahu dangangannya, beberapa orang suporter langsung mengembalikan keranjangnya. "Saya langsung bilang, kalau sama orang dagang jangan begitu dong," keluhnya.Tapi para pendukung bajul ijo itu tak menggubris omongan pria 27 tahun tersebut.Haris kini hanya bisa duduk merenung menyesali nasibnya yang sial. Dia menghabiskan hari dengan menemani temannya berjualan tahu sumedang di depan pintu masuk XI GBK. Bayangkan jika sebiji tahu dijual seharga Rp 250, maka dalam waktu sekejap Haris rugi Rp 350 ribu! (ary/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads