Said Aqil Sebut Puisi Fadli Lecehkan Mbah Moen, TKN: Wajar NU Marah

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Sabtu, 16 Feb 2019 07:47 WIB
(Foto: Tsarina Maharani/detikcom)
Jakarta - Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj, menganggap puisi berjudul 'Doa yang Ditukar' yang diciptakan Fadli telah melecehkan KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf menilai wajar NU marah karena puisi tersebut.

"Ya wajar warga NU, santri dan PBNU marah. Fadli tidak mau minta maaf kepada ulama sepuh yang dilecehkan," kata anggota TKN, Achmad Baidowi, kepada wartawan, Sabtu (16/2/2019).



Achmad Baidowi menyebut Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga selalu memasang sikap berkilah atau menghindar atas apa yang telah dilakukan. Menurut dia, sudah jelas siapa sosok yang menjadi sasaran puisi Fadli Zon.

"Memang BPN selalu ngeles, padahal judul puisinya doa yang tertukar. Siapa yang dimaksud doanya tertukar? Kalau dilihat kejadiannya kan Mbah Moen yang salah ucap meskipun yang dimaksud adalah Jokowi dan itu jika paham bahasa Arab secara utuh kalimatnya. Tapi apakah Fadli Zon paham bahasa Arab? Santri patut tersinggung karena Mbah Moen adalah ulama kharismatik di NU yang sangat dihormati diakui kealiman dan kewaraannya," imbuh dia.



Dia menyebut pemahaman ilmu keagamaan Fadli Zon tidak sebanding dengan Mbak Moen. "Sementara Fadli Zon adalah politisi yang selalu nyinyir. Dari aspek pemahaman keagamaan ya Fadli Zon tidak seberapanya dibanding Mbah Moen. Fadli Zon berfoto dengan anjing saja biasa, padahal anjing itu najis dan diharamkan (dalam Islam), apalagi umat Islam di Indonesia ikut mazhab syafi'i. Fadli Zon juga biasa mendatangi Karl Marx tokoh atheis yang melahirkan paham komunis," tutur dia.

Sebelumnya, Said Aqil menyebut NU marah terhadap Fadli Zon yang menciptakan puisi 'Doa yang Ditukar'. Said menyebut Fadli sengaja melecehkan Mbah Moen.

"NU marah, NU marah, Kiai Maimoen dilecehkan," tandas Said kepada wartawan di Rakornas ke-IV NU Care-Lazisnu di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (15/2/2019).

PBNU juga mengancam akan menempuh jalur hukum jika Fadli tidak meminta maaf langsung kepada KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.


Saksikan juga video 'TGB soal Doa Mbah Moen: Tidak untuk Dipolemikkan dan Diributkan':

[Gambas:Video 20detik]

(knv/aud)