Joko Driyono Tersangka, Anggota DPR Minta Polri Usut Mafia Judi Bola

Audrey Santoso - detikNews
Sabtu, 16 Feb 2019 04:15 WIB
Foto: Joko Driyono (Lamhot Aritonang)
Jakarta - Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokdri), ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan barang bukti yang terkait pengaturan skor sepakbola atau match fixing. Anggota DPR dari Fraksi Gerindra, Martin Hutabarat, mendorong Polri untuk turut mengusut mafia judi bola yang melatarbelakangi munculnya praktik match fixing.

"Sesudah mengusut pelaku-pelaku pengaturan skor bola ini, Polri harus segera mengusut mafia-mafia judi, yang selama ini ada di belakang mereka," kata Martin dalam keterangannya, Jumat (15/2/2019).


Martin berpendapat jika kejahatan match fixing tidak diberantas sampai ke akar, maka tak menutup kemungkinan akan terulang di waktu yang akan datang. "Kalau hanya pelaku-pelaku pengaturan skor saja, tanpa ikut menangkap gembong-gembong mafia judi sepakbola, maka pengaturan skor akan tetap berulang dalam pertandinganpertandingan bola kita," ujar Martin.

Martin menggambarkan kebobrokan kondisi sepakbola di Tanah Air dibanding negara-negara lain, yang menurutnya lebih minim potensi sumber daya manusia (SDM)-nya.


"Kroasia negara kecil, berpenduduk empat juta orang dan luas wilayahnya tidak sebesar Banten, bisa menjadi finalis juara sepakbola dunia tahun lalu. Negara-negara Amerika Latin yang pemain-pemain bolanya tidak berbeda jauh tingginya dengan pemain sepakbola kita seperti Maradonna, Messie dan lain-lain bisa berulangkali menjadi juara dunia," tutur dia.

"Padahal iklim di Amerika Latin sama-sama tropis, tidak berbeda panas suhunya dengan Indonesia. Kok Indonesia yang memiliki penduduk 270 juta orang, memiliki lebih 26.000 lapangan sepakbola dan menjadikan sepakbola sebagai olahraga paling populer di Indonesia, tidak mampu mengukir prestasi ditingkat Asia Tenggara sekalipun," sambung dia.


Terlepas dari dorongan agar mafia judi bola diberantas, Martin mengapresiasi ketegasan Polri dalam memberantas mafia bola. Dia mengungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian pantas mendapatkan penghargaan atas komitmennya.

"Kita di DPR mengapresiasi gebrakan Satgas Antimafia Bola, yang telah menetapkan Plt Ketum PSSI sebagai tersangka kasus pengaturan skor. Ini sudah perjuangan yang lama di DPR, untuk mendorong agar Polri serius mengusut mafia judi yang berada di belakang praktik pengaturan
skor ini. Secara khusus kepada Kapolri Tito, patut diberikan penghargaan," ungkap Martin.

Sebelumnya, Satgas Antimafia Bola mengumumkan status Jokdri yang telah ditingkatkan dari saksi menjadi tersangka pada Jumat malam. Satgas juga telah mengajukan permohonan cekal Jokdri kepada pihak Imigrasi.


Saksikan juga video 'Mbah Putih Dapat Rp 115 Juta untuk Naikkan PS Mojokerto ke Liga 2':

[Gambas:Video 20detik]

(aud/knv)