"Mereka yang sudah merancang menteri itu karena kekurangan tokoh dalam tim kampanyenya," ujar Johnny, yang juga Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, kepada wartawan di Posko Cemara, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (15/2/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi semuanya ada tahapannya dan kami percaya bahwa dari rahim ibu pertiwi ini akan lahir banyak pemimpin, termasuk calon menteri yang betul-betul memahami persoalan bangsa dan negara," lanjutnya.
Anggota DPR RI Komisi XI itu yakin capres petahana akan memilih menteri yang dapat memahami aspirasi rakyat dan memahami bidang kementerian yang dipimpinnya.
"Tetapi seluruh calon menteri yang disiapkan oleh Pak Jokowi ke depan harus memiliki kultur yang sama, yaitu menjadikan rakyat sebagai sumber inspirasi," lanjutnya.
"Dengan demikian, ini merupakan perpaduan antara profesionalitas, kecakapan di dalam bidang kementerian yang dipimpinnya. Karena menteri adalah seseorang yang menguasai hal ihwal kementerian yang dimimpinnya. Dia bukan pegawai tinggi biasa tetapi kedudukannya membantu presiden," lanjutnya.
Dikatakan Johnny, beranjak dari pengalaman Jokowi selama empat tahun di pemerintahan, ia yakin hal itu akan menambah referensi Jokowi dalam memilih pembantu di kabinetnya.
"Ya kalau kami punya tahapan-tahapan. Pak Jokowi dengan pengalaman yang 4 tahun ini sudah punya sebuah referensi yang sangat banyak. Apalagi dengan program bergabungnya alumni-alumni perguruan tinggi, makin banyak lagi stok untuk calon itu," lanjutnya. (bag/bag)











































