PA 212 Kritik Takmir Masjid Agung Semarang: Terlalu Berlebihan!

Mochamad Zhacky - detikNews
Jumat, 15 Feb 2019 13:43 WIB
Sekum PA 212 Bernard Abdul Jabbar (Mei Amelia/detikcom)
Jakarta - Takmir Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman keberatan terhadap pemasangan pamflet ajakan salat Jumat bersama capres Prabowo Subianto. Takmir khawatir pamflet tersebut memunculkan anggapan bahwa Masjid Agung Semarang digunakan untuk kegiatan politik.

Sekretaris Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Ustaz Bernard Abdul Jabbar menilai kekhawatiran takmir Masjid Agung Semarang terlalu berlebihan. Menurut Bernard, pamflet tersebut hanya pemberitahuan untuk warga yang ingin bertemu dengan Prabowo.

"Ya (pamfletnya) pemberitahuan saja, mungkin mereka yang nggak sempat bertemu di tempat lain bertemu di situ. Ini terlalu berlebihan. Jadi takmir yang satu ini terlalu berlebihan," kata Bernard saat dimintai tanggapan, Jumat (15/2/2019).


Bernard menilai pemasangan pamflet tersebut merupakan hal wajar. Dia meyakini bahwa Prabowo taat aturan dan tidak akan menjadikan masjid untuk kampanye.

"Yang penting kan kampanye nggak di situ. Sebenarnya kan 02 ini lagi ada di Semarang. Artinya, dia sempatkan waktu untuk mungkin melaksanakan di Masjid Kauman, nggak masalah. Kan kampanyenya di tempat lain," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail menepis isu yang menyebut pengurus melarang Prabowo salat di masjid tersebut. Hanief menuturkan bahwa pihaknya keberatan terhadap pemasangan pamflet ajakan salat Jumat bersama Prabowo.

"Kami sampaikan ulang bahwa masjid sebagai tempat ibadah kami tidak keberatan digunakan siapa pun selama penggunaannya untuk ibadah. Ketika timnya Pak Prabowo sampaikan kepada kami mau salat, kami persilakan. Masjid Kauman kami kelola untuk melayani umat Islam. Kami merasa keberatan saat ditemukan ada pamflet seperti itu seakan masjid jadi ajang kampanye," kata Hanief kepada detikcom, Kamis (14/2). (zak/tor)