Wapres: Teleconference Itu untuk Para Menteri

Wapres: Teleconference Itu untuk Para Menteri

- detikNews
Jumat, 16 Sep 2005 14:37 WIB
Kuta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla tiga kali tidak menghadiri rapat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) via teleconference. Ada apa? Wapres rupanya sengaja tiga kali absen karena acara itu bukan untuk dirinya, tapi untuk para menteri. "Memang bukan untuk saya. Itu (teleconference) untuk menteri," kata Wapres Jusuf Kalla dalam jumpa pers di Hotel Intercontinental, Jalan Uluwatu, Kuta, Jumat (16/9/2005). Rapat via teleconference dengan SBY, bukan merupakan sidang kabinet lengkap. Acara itu digelar karena Presiden SBY yang tengah berada di Amerika Serikat (AS) ingin mengetahui keadaan pemerintahan setiap hari. "Hari pertama saya buka. Hari berikutnya menteri-menteri ada tiga, empat atau lima menteri. Mereka ditanya bagaimana keadaan. Jadi bukan sidang kabinet yang secara lengkap. Ini hanya khusus Presiden meminta informasi dari menteri-menteri," terang Kalla. Kalla berpendapat pemanfaatan teknologi via teleconference merupakan hal yang biasa, baik di dalam maupun di luar negeri. Cara itu katanya, merupakan cara yang efisien menghubungkan secara visual Presiden SBY dengan para menterinya. Mengenai biaya yang mencapai Rp 426,6 Juta yang dikritik sebagai pemborosan, Kalla meminta agar dibandingkan secara obyektif. Menurut Kalla, untuk mengontrol negara sebesar Indonesia, biaya Rp 426,6 juta yang dihabiskan untuk acara itu, tidak mahal. "Soal biaya itu konsekuensi logis dari teknologi. Biaya tergantung dari sisi mana kita melihatnya," katanya.Presiden SBY selama berada di AS dari 11-18 September 2005 merencanakan melakukan teleconference setiap hari. Dari teleconference yang telah berlangsung empat kali, Wapres hanya menghadiri satu kali, yakni hari pertama, 12 September 2005.Teleconfence itu juga menimbulkan kontroversi. Sejumlah anggota DPR tengah menggalang dukungan untuk menggunakan hak interpelasi untuk meminta penjelasan SBY tentang rapat jarak jauh itu.Kritik yang muncul atas teleconference itu antara lain acara itu menimbulkan kesan SBY-Kalla sedang tidak harmonis. Kemudian juga kekhawatiran akan bahasa penyadapan atas rahasia negara dan pemborosan untuk masalah yang tidak urgen. (iy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads