DetikNews
Jumat 15 Februari 2019, 11:10 WIB

Setelah Seribu Ekor Anjing Dimatikan, Warga NTB Gelar Doa Tolak Bala

Farukh - detikNews
Setelah Seribu Ekor Anjing Dimatikan, Warga NTB Gelar Doa Tolak Bala Tolak bala di Dompu (Farukh/detikcom)
Dompu - Wabah virus rabies melalui anjing di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), kondisinya kian mengkhawatirkan. Masyarakat dihantui oleh anjing yang saat ini masih berkeliaran bebas di perkampungan warga.

Pemda setempat menganggap wabah ini adalah bala atau penyakit yang mengganggu kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, harus diusir dengan cara-cara tradisional yang turun-temurun dilakukan sejak zaman nenek moyang orang Dompu.



Pemerintah Dompu pada Jumat (15/2/2019) pagi, menggelar makan bubur massal atau yang dikenal ngaha kawiri. Kegiatan ini dilaksanakan serentak di delapan kecamatan yang ada. Kegiatan ini dipercaya bisa mengusir penyakit sosial, seperti virus rabies ini.

Pemda Dompu melibatkan masyarakat setempat untuk ikut andil dalam kegiatan tolak bala ini. Masyarakat diminta terus berdoa memohon ampun kepada Allah atas segala musibah yang menimpa daerah yang dikenal dengan sebutan Bumi Nggahi Rawi Pahu itu.

"Alhamdulillah pelaksanaan acara ngaha kawiri yang dilaksanakan oleh pemda Dompu berjalan dengan lancar dan semua masyarakat terlibat dalam acara ini," kata Kabag Humas dan Protokol Setda Dompu Muhammad Iksan.

Dengan kegiatan ini, musibah berupa ujian adanya wabah rabies dan demam berdarah yang saat ini menyerang Dompu serta kejadian-kejadian yang menyangkut kehidupan sosial di tengah masyarakat bisa teratasi dan ditarik oleh Allah.

"Pemerintah berharap bala dan bencana yang menimpa ini segera Allah angkat dan menggantikannya dengan kenikmatan yang membahagiakan buat seluruh masyarakat, pemerintah, dan Nggahi Rawi Pahu," ujarnya.

Pantauan detikcom, kegiatan ini dilaksanakan di tempat-tempat strategis yang ada di wilayah setiap kecamatan. Bahkan juga dilaksanakan di halaman kantor pemerintah Dompu. Peserta kegiatan ini didominasi anak-anak yang masih duduk dibangku TK, SD, dan SMP.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed