1 Orang Lagi Suspect Flu Burung

Menkes:

1 Orang Lagi Suspect Flu Burung

- detikNews
Jumat, 16 Sep 2005 13:51 WIB
Jakarta - Hasil sampel darah keluarga dan tetangga Rini Dina menunjukkan satu orang diduga terjangkit flu burung. Nama sang korban masih dirahasiakan."Ada satu yang suspect, tetapi kita butuh sekali lagi pemeriksaan, karena kita tidak bisa bilang positif sekali, nanti orangnya ketakutan. Kita harus tes dua kali dan kita bawa hasilnya ke Hong Kong," ungkap Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.Hal ini disampaikan dia usai Rakor Kesra di Kantor Kementerian Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (16/9/2005).Ketika ditanya siapa nama korban itu, Menkes menolak membeberkan. "Dia sedang flu dan ketakutan. Tetapi dia sehat walafiat. Saya nggak mau menyebutkan. Nanti kasihan orangnya," elak Menkes.Lewat HewanRini Dina yang meninggal pada 10 September dinyatakan positif mengidap flu burung pada 16 September. Proses penyebaran virus maut ini masih gelap. Lebih lanjut Menkes menyatakan, virus flu burung dapat ditularkan melalui hewan. "Penyebarannya tergantung dari si pembawa virus hewan atau binatang. Jadi selama ada binatang yang mempunyai infeksi virus jalan-jalan ke mana-mana itu akan bisa menularkan flu burung," kata Menkes.Dia memaparkan beberapa trik penanggulangan, antara lain memusnahkan hewan-hewan yang membawa virus flu burung, memberikan perlindungan pada kelompok-kelompok berisiko tinggi, misalnya orang yang dekat dengan orang tersebut, atau peternak harus memakai buyer security.Kemudian, meningkatkan kegiatan surveillance, melakukan komunikasi, edukasi dan informasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. "Masyarakat jangan panik. Belum ada pembuktian bahwa virus tersebut menular dari manusia ke manusia. Jadi jangan takut makan ayam," imbau Menkes.Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah mengambil sampel darah warga sekitar tempat tinggal Rini Dina di kawasan Petukangan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Seluruh kerabat maupun pihak yang pernah kontak dengan Rini Dina pun dipantau selama 14 hari sejak 12 September.Selain itu, Badan Penelitian dan Veteriner Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian juga telah mengambil sampel unggas dari peternakan yang berada dalam radius 100 meter dari rumah kontrakan Rini Dina. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads