WNI yang Tewas Diterkam Buaya di Sarawak Akan Dimakamkan di Malaysia

Andhika Prasetia - detikNews
Jumat, 15 Feb 2019 07:26 WIB
Ilustrasi buaya (Foto: Dok. Thinkstock)
Jakarta - Seorang WNI bernama Muh Tahir Majid Syam alias Syam tewas diterkam buaya saat berburu kepiting di Sarawak, Malaysia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengungkapkan bahwa Syam akan dimakamkan di Malaysia.

"KJRI Kuching sudah mendapat info dan sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga," kata Jubir Kemlu Arrmanatha Nasir saat dikonfirmasi, Kamis (14/2/2019) malam.


"Sesuai permintaan keluarga, menurut rencana jenazah akan dimakamkan di Malaysia," imbuhnya.

Syam menghilang saat berburu kepiting bersama keponakannya di sebuah sungai di Sarawak pada Selasa (12/2). Mereka berburu di tempat terpisah meski masih berada di satu lokasi. Namun usai berburu kepiting, sang keponakan tak menemukan pamannya. Saat mencari-cari pamannya, keponakan pria itu tiba-tiba melihat kepala korban muncul di atas permukaan air sebelum kemudian tenggelam kembali.

"Keponakannya mencari-cari dia, dan kemudian dia melihat kepala pamannya di air sebelum ditarik kembali ke dalam sungai," kata wakil kepala kepolisian setempat, Mohamad Sabri Zainol kepada kantor berita AFP, Kamis (14/2).

Jasad Syam dengan luka-luka bekas gigitan ditemukan pada Rabu (13/2) kemarin. Kepolisian setempat menyimpulkan TKI berumur 40 tahun itu tewas diterkam buaya air asin.

Kantor berita resmi Malaysia, Bernama melaporkan, korban merupakan pekerja migran di sebuah perkebunan kelapa sawit. Banyak WNI diketahui bekerja di sektor perkebunan tersebut.


Buaya air asin kerap terlihat di sepanjang sungai-sungai dan pantai-pantai di Sabah dan Sarawak. Serangkaian serangan hewan reptil yang panjangnya bisa mencapai 7 meter ini, dilaporkan terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Pada tahun 2017, otoritas di Sarawak mulai memberikan izin untuk memburu buaya guna mengurangi jumlah serangan buaya terhadap manusia. (rna/zap)