Muchdi PR Izin Tommy Dukung Jokowi, Berkarya: BPN dan TKN Tak Bisa Protes

Elza Astari Retaduari - detikNews
Kamis, 14 Feb 2019 20:22 WIB
Tommy Soeharto-Andi Picunang-Muchdi PR. (Dok Berkarya)
Jakarta - Waketum Partai Berkarya Muchdi Purwoprandjono mengaku sudah minta izin kepada sang ketum, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), soal dukungannya kepada capres petahana Joko Widodo. Berkarya pun mengamininya.

"Sudah. (Jawabannya) tidak apa asal fokus perhatikan pileg," ungkap Ketua DPP Berkarya Andi Picunang saat dimintai konfirmasi, Kamis (14/2/2019).

Meski di Pilpres 2019 mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Berkarya disebut tak akan memecat Muchdi. Apalagi eks Danjen Kopassus itu, kata Andi, merupakan salah satu pendiri Partai Berkarya.

"Posisi Pak Muchdi PR selaku salah satu pendiri masuk anggota Majelis Tinggi Partai, selain jabatan Waketum. Ketua Majelis Tinggi Pak Tommy dan majelis punya hak veto dan struktur tertinggi di partai dan tidak bisa diberhentikan kecuali mengundurkan diri," jelasnya.


Berkarya tak mempermasalahkan dukungan pribadi Muchdi ke Jokowi. Sebagai ketum, Tommy pun disebut tak mempersoalkannya selama para kader tetap fokus memenangkan Berkarya di Pileg 2019 agar bisa masuk parlemen.

"Kami punya aturan main sendiri yang tidak sama dengan partai lain. Tidak akan ada pemecatan. Kami punya aturan main sendiri yang tidak sama dengan partai lain. Tidak akan ada pemecatan," tegas Andi.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga diminta tidak memprotes Berkarya atas sikap Muchdi. Hal yang sama, menurut Andi, berlaku juga untuk Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin.

"BPN dan TKN tak punya hak protes, ini masalah internal kami di Partai Berkarya. Kami fokus pileg," tegasnya.

Muchdi PR Izin Tommy Dukung Jokowi, Berkarya: BPN dan TKN Tak Bisa ProtesPriyo Budi Santoso (Rengga Sancaya/detikcom)

Soal protes organisasi sayap Partai Berkarya, Laskar Berkarya, yang mendesak Tommy memecat Muchdi, Andi menanggapi santai. Laskar Berkarya sendiri menilai Muchdi telah berkhianat karena tidak mengikuti garis keputusan partai soal dukungan di Pilpres 2019.

"Ah biasa ini, partai kan dinamis. Apalagi masih baru," kata Muchdi PR.

Sementara itu, menurut Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso, dukungan Muchdi ke Jokowi merupakan sikap pribadi. Ia mengaku sudah melaporkan persoalan Muchdi ini ke Tommy.

"Itu adalah manuver pribadi Pak Muchdi yang sama sekali nggak ada kaitannya dengan Partai Berkarya. Kami baik-baik saja, nggak ngaruh itu," ucap Priyo secara terpisah.

"Mayoritas terbesar jajaran partai tetap setia pada kepemimpinan Ketum Tommy Soeharto. Kami tetap fokus untuk 'dwisukses': sukses pileg dan sukses Prabowo presiden. Tanggal 1 Maret nanti di Solo, kami akan konsolidasi besar-besaran untuk ini," lanjut Wakil BPN Prabowo-Sandiaga itu.


Sebelumnya diberitakan, Muchdi mengaku sudah menyampaikan kepada Tommy soal dukungannya untuk Jokowi-Ma'ruf. Sejak Pilpres 2014, purnawirawan TNI ini diketahui memang mendukung Jokowi.

"Sudah (disampaikan). Ya, tanggapannya tidak ada masalah, karena dari partai memang tidak ada," jelas Muchdi, Rabu (13/2).

Sementara itu, Laskar Berkarya menilai apa yang dilakukan Muchdi sebagai bentuk pengkhianatan. Untuk itu, mereka meminta Tommy memberikan sanksi pemecatan untuk Muchdi.

"Harus ada tindakan tegas dari partai. (Tindakan Muchdi PR) ini kan pengkhianatan, jika dibiarkan akan menjadi preseden buruk untuk internal Partai Berkarya. Kita meminta Mas Tommy memberikan sanksi tegas atas sikap Muchdi PR," ungkap Sekjen Laskar Berkarya Hardy Christianto.

Menurut Hardy, sanksi pemecatan patut dijatuhkan ke Muchdi PR agar kader internal solid dengan keputusan parpol. Bila tidak ada sanksi tegas, dikhawatirkan pengurus dan kader bisa berbeda sikap, termasuk untuk urusan dukungan di Pilpres 2019.

"Dalam waktu dekat, Laskar Berkarya akan mengirimkan surat rekomendasi kepada DPP Partai Berkarya untuk segera memecat Muchdi PR serta membersihkan orang-orang di internal partai yang diduga melakukan pengkhianatan dengan cara mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin," tegas Hardy.



Ikuti perkembangan Pemilu 2019 hanya di sini. (elz/fjp)