DetikNews
Kamis 14 Februari 2019, 20:22 WIB

Tetangga yang Cekcok karena 'Masak Babi' Sepakat Damai, Ini Pernyataannya

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Tetangga yang Cekcok karena Masak Babi Sepakat Damai, Ini Pernyataannya Proses penandatanganan surat kesepakatan damai tetangga karena 'masak babi'. (Dok. Ketua RW, Chairudin)
Jakarta - Dua orang tetangga di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, yaitu Doni dan Kuswanto, sepakat berdamai setelah sempat cekcok karena masalah bau 'masak babi'. Begini bunyi kesepakatan mereka.

Ketua RT setempat, Chairudin, menunjukkan surat pernyataan kesepakatan bersama yang diteken Doni dan Kuswanto. Surat itu bertanggal 14 Februari 2019.

"Masalah ini sudah selesai. Tadi sudah ada kesepakatan, ada surat pernyataan kedua belah pihak. Hadir semua, dari kelurahan, KLH, Satpol PP, bahwa masalah ini sudah selesai. Sudah membuat surat pernyataan masing-masing," kata Chairudin di kediamannya, Kamis (14/2/2019).



Dalam surat itu, Doni disebut sebagai pihak pertama, sedangkan Kuswanto adalah pihak kedua. Berikut ini isi kesepakatan keduanya:

1. Pihak pertama akan memasang eksos (exhaust) untuk pembuangan asap/uap dari ruang dapur ke tempat pembuangan di ruang sebelah kanan rumah dan akan diselesaikan paling lambat pada akhir Februari 2019 (gambar terlampir)

2. Pihak kedua menerima akan rencana pemasangan sebagaimana dimuat pada butir 1 (satu) Surat Pernyataan Kesepakatan Bersama ini

3. Pihak pertama dan pihak kedua sepakat permasalahan yang terjadi sebelum surat pernyataan ini dibuat dianggap selesai

4. Demikian surat pernyataan kesepakatan bersama ini dibuat dan ditandatangani dengan sadar tanpa adanya tekanan dari pihak manapun dengan disaksikan oleh pihak-pihak sebagaimana tertera dalam surat pernyataan ini

Jumat, 14 Februari 2019
Yang membuat kesepakatan

(ditandatangani pihak pertama dan pihak kedua)

Sebelumnya diberitakan, cekcok antara Doni dan Kuswanto terekam lewat video yang kemudian viral. Kuswanto protes karena bau dari proses memasak babi di rumah Doni.



Lurah Cengkareng Barat, Boy Raya, juga sudah menyatakan masalah ini sudah selesai. Dia menyebut Doni kemudian bersedia memasang ventilator.

"Ceritanya Pak Doni ada dagang, terus ada Pak Kuswanto tuh, kan tetangga depan rumahnya. Dia merasa terganggu dengan asap. Alasannya Pak Kuswanto asap itu kan, dia rumahnya tingkat ya. Jadi karena tingkat, asapnya kecium " kata Boy saat dihubungi sebelumnya.

"Sudah ditandatangani kesepakatan untuk memasang ventilator dari Pak Doni, sebelah tembok sebelah kanan dia," sambungnya.
(imk/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed