Jarah HP Communicator, Polisi Perketat Pengamanan Bonek
Jumat, 16 Sep 2005 12:22 WIB
Jakarta - Tindakan suporter Persebaya yang dikenal sebagai bondo nekat (bonek) menjarah HP Nokia Communicator salah seorang wartawati mendapat perhatian serius polisi. Puluhan polisi berdatangan ke kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, tempat berkumpulnya bonek yang semula tak dijaga. Polisi mulai berdatangan ke Gelora Bung Karno pukul 10.00 WIB, Jumat (16/9/2005). Mereka kemudian menyebar dan melakukan penjagaan di Gelora Bung Karno. Sebagian polisi duduk-duduk memperhatikan ulah para bonek.Iptu Ponidar, salah satu polisi yang bertugas di Gelora Bung Karno, menyatakan, sekitar 600 aparat kepolisian dikerahkan untuk mengamankan bonek. Namun dari pantauan detikcom di lapangan, baru terlihat puluhan polisi yang bersiaga. Hingga pukul 12.00 WIB, ribuan bonek berkumpul di Pintu X dan XI Gelora Bung Karno. Mereka selalu berusaha melakukan "pemerasan" terhadap orang asing yang datang. Biasanya mereka akan meminta rokok kepada orang yang bukan dari kelompok mereka.Seorang wartawan TV yang datang mengambil gambar langsung dikerubuti bonek. Mereka meminta wartawan itu memberikan rokok. Namun karena tak punya rokok, si wartawan terpaksa mengulurkan uang Rp 50 ribu. Korlap bonek Persebaya, Sunarto, meminta para artis, pejabat dan anggota DPR yang berasal dari Surabaya memberikan bantuan makanan pada bonek. "Kami datang membawa uang. Tapi sekadarnya. Sekarang kami sangat kekurangan logistik," kata Sunarto.
(iy/)











































