Dikeroyok Tramtib, 2 Pengacara LBH Mengadu ke Polda Metro
Jumat, 16 Sep 2005 12:20 WIB
Jakarta - Dua pengacara LBH Jakarta, Nurkolis Hidayat dan Kiagus Ahmad dikeroyok aparat Tramtib, petugas kecamatan, dan polisi berpakaian preman ketika menghalau penggusuran di Jl Cacing Raya, Cakung, Jakarta Timur. Tidak terima, LBH melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya, Jumat (16/9/2005)."Kami akan melayangkan surat protes kepada walikota atas tindakan tersebut," kata Direktur LBH Uli Parulian Sihombing kepada wartawan di LBH Jakarta, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, siang ini.Dua pengacara tersebut sebenarnya pada saat itu bertindak sebagai kuasa hukum 27 kepala keluarga korban penggusuran. Kekerasan oknum aparat itu juga melukai dua warga lainnya, yakni Ny Nur dan Umar. Insiden ini terjadi Kamis (15/9/2005) kemarin.Berdasarkan laporan LBH ke Polda Metro Jaya, tindakan para petugas tersebut diancam pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan. Senada dengan Uli, pengacara yang juga korban penggusuran, Nurkolis, mengaku tidak bisa menerima tindak kekerasan aparat itu. Sebab kedatangan dirinya ingin mempertanyakan alasan penggusuran. Tetapi menurut Nurkolis, Komandan Trantib Cakung yang bernama Lantip dan Wakil Camat Cakung, Teguh, tidak bisa menunjukkan surat dan alasan penggusuran."Saya meneriaki petugas untuk menghentikan penggusuran, saya make megaphone, tapi tiba-tiba saya diteriaki provokator, dan pengeroyokan itu terjadi," cerita Nurkolis.Penganiayaan pada Nurkolis meninggalkan sisa luka gores di pelipis bawah mata sebelah kiri dan luka di tangan kanan. Sedangkan rekannya yang juga jadi korban, Kiagus Ahmad, tidak tampak dalam acara konferensi pers tersebut.Menurut keterangan salah seorang warga, Umar, 10 tahun yang lalu warga disuruh membayar Rp 700 ribu oleh lurah setempat. Uang itu dimaksudkan untuk membayar surat garap tanah tersebut dan masih berlaku hingga saat ini. Namun, pada 20 Juli 2005 ada seseorang bernama Cilin Kang In mengaku memiliki tanah tersebut. "Cilin Kang In menakut-nakuti warga dengan menyewa ratusan orang dari persatuan orang Betawi," ungkap Umar.
(ary/)











































