Menakertrans:
BBM Naik, Pengangguran Turun
Jumat, 16 Sep 2005 12:02 WIB
Jakarta - Asumsi kenaikan harga BBM dapat memicu membengkaknya angka pengangguran dipatahkan. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Fahmi Idris justru yakin kenaikan BBM akan menurunkan jumlah pengangguran."Kita jangan terjebak pada kerangka pemikiran yang sempit, melainkan harus memperhatikan pula perkembangan yang terjadi di forum global. Kalau kita bisa memanfaatkan momentum ini, maka angka pengangguran bisa menurun," kata Menakertrans di Gedung Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (16/9/2005).Dia mencontohkan, perkembangan di forum global yang dapat dimanfaatkan oleh Indonesia salah satunya yakni Amerika Serikat yang menetapkan kuota pada tekstil Cina."Itu artinya kesepakatan pasar akan terbuka bagi negara-negara pemasok tekstil ke AS lainnya, antara lain RI. Ini bukan berarti RI akan bersaing dengan Cina untuk memasok tekstil ke AS, namun RI akan memanfaatkan peluang dengan pemberlakukan kuota tersebut yang selama ini belum pernah diberlakukan oleh AS," urai menteri asal Golkar ini.Contoh lainnya, jelas dia, ada perusahaan tekstil di Jawa Barat yang mencoba menggunakan sumber energi lain yakni batu bara untuk mengantisipasi kenaikan BBM sehingga kesempatan kerja semakin terbuka.Selain itu, lanjut Menakertrans, Korea yang memutuskan memindahkan tiga industri sepatu dari Cina ke RI. "Ini akan menyerap banyak tenaga kerja karena rata-rata perusahaan ini membutuhkan 2.000-3.000 pekerja," ujar dia."Perkembangan di forum global lainnya adalah perkembangan pasar elektronik lainnya di dunia yang bisa menimbulkan harapan baru di mana RI bisa ambil bagian mengembangkan industri elektroniknya," papar Menakertrans.Jika Indonesia tidak mampu memanfaatkannya, bagaimana dong, Pak?
(aan/)











































