DetikNews
Kamis 14 Februari 2019, 16:11 WIB

Bos Tekstil Bandung Dimutilasi, KBRI Koordinasi dengan Polisi Malaysia

Andhika Prasetia - detikNews
Bos Tekstil Bandung Dimutilasi, KBRI Koordinasi dengan Polisi Malaysia Ujang Nuryanto, bos tekstil asal Bandung yang dimutilasi di Malaysia. (Wisma Putra/detikcom)
Kuala Lumpur - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur sudah menerima informasi soal tewasnya bos tekstil asal Bandung, Ujang Nuryanto (37), yang diduga dimutilasi di Malaysia. KBRI Kuala Lumpur berkoordinasi dengan Polis Diraja Malaysia (PDRM) dan memberikan bantuan penanganan jenazah korban.

"KBRI Kuala Lumpur akan terus bekerja sama dengan PDRM untuk penanganan kasus mutilasi ini. Dalam hal dipastikan secara resmi bahwa kedua korban adalah WNI, KBRI Kuala Lumpur akan memberikan bantuan pelindungan yang diperlukan secara maksimal meliputi penanganan jenazah korban dan tindak lanjut penanganan hukum atas kasus ini," tulis keterangan resmi dari KBRI Kuala Lumpur sebagaimana dilihat detikcom, Kamis (14/2/2019).


Selain Nuryanto, WNI lainnya yang diduga dimutilasi dalam kasus yang sama adalah Ai Munawaroh. KBRI Kuala Lumpur sudah berkomunikasi dengan keluarga Nuryanto dan Ai. KBRI Kuala Lumpur menambahkan, PDRM sudah mengambil sampel DNA dari keluarga Nuryanto dan Ai serta menyerahkan data sidik jari korban untuk pencocokan rekam data sidik jari.

"PDRM telah mengambil sampel DNA dari kedua keluarga WNI yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Bekerja sama dengan KBRI Kuala Lumpur, PDRM juga telah menyerahkan data sidik jari salah korban yang ditemukan guna pencocokan rekam data sidik jari salah satu WNI yang dilaporkan hilang. Data sidik jari telah dikirim ke Indonesia untuk proses pencocokan sidik jari WNI," terang KBRI Kuala Lumpur.


Peristiwa ini diketahui pada 26 Januari lalu, di mana jenazah Nuryanto dan Ai ditemukan di pinggir Sungai Laboh, Selangor.

Pihak keluarga baru mengetahui ternyata Nuryanto pergi bersama Ai ke Malaysia pada 17 Januari. Sang istri, Meli Rahmawati (33), hanya mengetahui sang suami pergi sendiri ke Malaysia untuk menagih uang hasil penjualan tekstil di sana sebesar Rp 7 miliar.

Selama di Malaysia, Nuryanto diketahui tiga kali pindah hotel dan selalu ada komunikasi dengan keluarga. Namun, pada Senin, 22 Januari, hilang kontak. Nuryanto tak bisa dihubungi.
(dkp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed