DetikNews
Rabu 13 Februari 2019, 15:10 WIB

JK Pimpin Rakor Bahas 4 Destinasi Pariwisata Super Prioritas

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
JK Pimpin Rakor Bahas 4 Destinasi Pariwisata Super Prioritas Menteri Pariwisata Arief Yahya Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang juga Ketua Badan Koordinasi Kepariwisataan menggelar rapat koordinasi di kantornya. Dari destinasi wisata yang masuk program 10 Bali Baru, ada 4 super prioritas yang tengah difokuskan pemerintah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan 4 destinasi super prioritas itu adalah Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, serta Labuan Bajo dan Pulau Komodo. Badan Koordinasi Kepariwisataan yang terdiri dari menteri terkait itu kemudian membahas satu persatu potensi pariwisata dari 4 daerah tersebut.

"Untuk Danau Toba tidak ada isu yang terlalu kritis di sana, bandara internasional sudah kami resmikan bulan November tahun 2017. Waktu itu penerbangan 2017 naik 300%, tahun ini masih naik 50%, jadi oke, terutama untuk wisatawan nusantara," kata Arief di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019).

Menurut Arief, dari 4 destinasi wisata super prioritas itu Candi Borobudur yang paling kritis dalam jumlah kunjungan wisatawan. Candi Borobudur juga kalah jauh dari Ankor Wat di Kamboja.

"Borobudur kita kalah jauh dari Angkor Wat. Kita hanya 250 ribu jumlah wismannya (wisatawan mancanegara)," ujarnya.

Menurut Arief, dalam rapat itu, JK yang baru saja selesai berkunjung ke Kamboja mengungkapkan jika wisatawan yang ke Ankor Wat mencapai 2,5 juta orang pertahun. Jumlah ini 10 kali lipat lebih banyak dari Candi Borobudur yang hanya 250 ribu orang pertahun.

"Apa masalahnya? Bandara, bandara existing kita kalau di Yogya kapasitasnya 1,5 juta orang. Tapi bebannya 6 juta, 4 kali lipat," ucapnya.

Dalam rapat, JK pun menanyakan kapan Bandara Internasional Kulonprogo di Yogyakarta diresmikan, sebagai pengganti Bandara Internasional Adisutjipto yang saat ini beroperasi. Sejumlah menteri terkait yang hadir dalam rapat dikatakan Arief memperkirakan bandara tersebut akan diresmikan pada April mendatang.

"Tahun ini, kalau bandara itu ada targetnya, saya adalah 2 juta dalam waktu 5 tahun, sebesar Angkor Wat . Hal lainnya relatif kecil lah, contoh jalan akses dari bandara ke Borobudur berkali-kali sudah kita diskusikan, tapi yang paling kritis adalah bandara," imbuhnya.

Destinasi wisata ketiga yang masuk super prioritas adalah kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB). Di Mandalika pemerintah merencanakan pembangunan sirkuit berstandar internasional untuk ajang balap motor Moto GP.

"Mandalika, nanti ada sesuatu yang sangat khusus, kita akan bangun sirkuit Moto GP, mungkin tahun 2020 kita sudah punya (sirkuit) Moto GP, kemungkinan yang pertama akan ada di Mandalika," ungkapnya.

Sementara itu, Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super prioritas yang keempat, pemerintah akan menata pelabuhan wisata dan membangun hotel baru di wilayah tersebut. Salah satu hotel yang baru dibangun di Labuan Bajo telah dibangun oleh salah satu BUMN.

"Penataan pelabuhan pariwisatanya sudah bagus, tidak bersatu dengan pelabuhan ikan, maka kita yakini pertumbuhan wisatawan ke Labuan Bajo akan meningkat," tuturnya.

Menteri terkait yang ikut dalam Badan Koordinasi Kepariwisataan antara lain Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar.




(nvl/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
>