"Kami ingin memberikan tantangan kepada capres (Jokowi) siap nggak menjadi pahlawan energi? keluar dari energi kotor menuju ke Indonesia yang bersih," ujar juru bicara Bersihkan Indonesia, Aryanto Nugroho di Posko Cemara, Jalan Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/2/2019).
Sejumlah warga tersebut berasal dari daerah terdampak proyek PLTU Teluk Sepang, Bengkulu, proyek PLTU Batang, Jawa Tengah, dan proyek PLTU II Indramayu, Jawa Barat. Mereka juga mengenakan kostum tokoh superhero seperti Spiderman, Naruto, Gatot Kaca, Hingga Srikandi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami juga berharap bersama pahlawan superhero, kami berharap superheronya itu datang dari para capres untuk menjadi pahlawan," lanjut Aryanto.
Selain menuntut untuk menjadi superhero, Aryanto juga berharap pada debat capres pada 17 Februari mendatang masing-masih calon dapat menjelaskan program di bidang energi secara terperinci dan menjadi fokus utama terutama terkait energi bersih.
"Kita berharap agar capres ini di debat kedua concern terhadap isu-isu transisi energi kotor menuju energi terbarukan. Karena kalau kita masih bertahan dengan energi kotor khususnya batubara terlalu banyak persoalan mulai dari dampak lingkungan," lanjutnya.
Foto: Massa Gerakan Bersihkan Indonesia dan perwakilan masyarakat di daerah terdampak PLTU batubara mendatangi Media Center TKN Jokowi-Ma'ruf. (Lisye-detikcom) |
Aryanto mempersilakan masyarakat melihat capres mana yang berkomitmen pada energi terbarukan.
"Apakah persoalan itu kemudian dieksekusi atau tidak, kami serahkan kepada masyarakat, eksekusi di tanggal 17 april. Masyarakat bisa menilai apakah memang capres itu, ketika dia tidak punya komitmen terhadap energi terbarukan layak dipilih atau tidak," lanjutnya.
Direktur Komunikasi Politik TKN, Usman Kansong selaku penerima Gerakan Bersihkan Indonesia mengaku siap menerima tantangan untuk capres Jokowi menjadi pahlawan energi bersih.
"Jadi kami siap seperti yang diharapkan untuk berubah dari energi kotor ke energi bersih," ungkau Usman saat berdialog dengan perwakilan Gerakan Bersihkan Indonesia.
Usman mengaku pemerintahan Jokowi telah melakukan langkah-langkah di bidang energi selama kurang lebih empat tahun di pemerintahan. Usman mengatakan ada peningkatan signifikan dalam empat tahun terakhir.
"Dalam beberapa hal itu sudah kita buktikan misalnya dengan PLTB, kemudian PLTS, itu juga sudah banyak kita bikin. Bahkan pembaruan energi yang sudah kita capai sekarang itu sekitar 12-13 persen dari 23 persen pada tahun 2025. Artinya ada peningkatan yang sangat signifikan dalam 4 tahun terakhir," lanjut Usman.
Usman mengatakan tantangan ini merupakan suatu masukan yang sangat berharga dalam meningkatkan energi yang bersih.
(idh/idh)












































Foto: Massa Gerakan Bersihkan Indonesia dan perwakilan masyarakat di daerah terdampak PLTU batubara mendatangi Media Center TKN Jokowi-Ma'ruf. (Lisye-detikcom)