Bonek Datang Lagi , Warung di Stasiun Senen Tetap Pilih Tutup

Bonek Datang Lagi , Warung di Stasiun Senen Tetap Pilih Tutup

- detikNews
Jumat, 16 Sep 2005 08:21 WIB
Jakarta - Namanya saja sudah 'bonek' yang berarti bondo nekat (modal nekat) sehingga tidak heran jika kebanyakan pendukung Persebaya Surabaya datang ke Jakarta tanpa membawa persiapan materi apa pun. Sehingga wajar kalau kedatangan mereka juga kurang disambut hangat para pemilik dagangan di sekitar Stasiun Senen."Ada yang bawa Rp 10 ribu dan ada yang tidak bawa apa-apa. Yang penting kami datang ke sini mendukung Surabaya," tutur salah seorang pendukung Persebaya Surabaya, Feri, ketika ditemui detikcom di Stasiun Senen, Jakarta, Jumat, (16/9/2005) pagi. Para bonek datang sekitar pukul 07.18 WIB di Stasiun Senen dengan menggunakan kereta api Gaya Baru Selatan dengan rute Gubeng-Jakarta. Para pendukung yang mayoritas mengenakan baju berwarna hijau ini setelah turun dari kereta api langsung menyayikan yel-yel tentang Persebaya Surabaya "Ijo-ijo hidup Persebaya" teriak para suporter.Namun ternyata kedatangan mereka merupakan permasalahan tersendiri bagi pemilik warung makan di sekitar Stasiun Senen. Kebanyakan warung makan di sekitar lokasi tutup alias tak melayani pembeli. Pemandangan ini sudah tampak sejak Kamis kemarin."Takut anarkis. Karena biasanya seperti itu," kata seorang cleaning service Stasiun Senen, Ahmad, kepada detikcom. Guna mencegah hal yang tidak dinginkan, sekitar pukul 07.40 WIB bonek-bonek pun kemudian digiring oleh petugas kepolisian langsung menuju kendaraan bus yang telah disediakan oleh pihak Yayasan Suporter Surabaya (YSS) dengan dikawal petugas kepolisian dari Polsek Senen dan Polda Metro Jaya. (ahm/)


Berita Terkait