detikNews
Selasa 12 Februari 2019, 22:10 WIB

Kecelakaan Lalu Lintas Meningkat di 2018, Biar Aman Pakai Ini

Akfa Nasrulhaq - detikNews
Kecelakaan Lalu Lintas Meningkat di 2018, Biar Aman Pakai Ini Foto: Shutterstock
Jakarta - Kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu penyebab banyaknya korban meninggal dunia. Bahkan, di tahun 2018 lalu, Polda Metro Jaya mencatat angka kecelakaan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, jumlah korban tahun ini menurun.

Berdasarkan data yang dihimpun Subdirektorat Penegakan Hukum (Subdit Gakkum) Ditlantas Polda Metro Jaya, terjadi 5.400 kecelakaan sejak Januari hingga November 2018. Angka itu naik 5 persen dibanding jangka waktu yang sama pada 2017.

Data Polda Metro Jaya mencatat ada 529 korban jiwa akibat kecelakaan selama 2017. Sedangkan pada 2018 terdapat 524 korban jiwa. Korban luka berat juga mengalami penurunan dari 1.007 menjadi 804. Namun korban luka ringan meningkat dari 4.492 menjadi 5.237 korban.

Selain itu, salah satu faktor yang disebut-sebut sebagai penyebab kecelakaan yang sedang ramai saat ini adalah penggunaan GPS saat berkendara. Bahkan, lewat Pasal 106 ayat 1 UU LLAJ (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) pengendara yang menggunakan GPS bisa dapat hukuman penjara.


Namun, pada kenyataanya, pengunaan GPS memang belum menyumbang terlalu banyak pada angka kecelakaan di jalan. Oleh karenanya, Kakorlantas Polri Irjen Refdi Andri, baru-baru ini menegaskan bahwa pengendara memakai GPS untuk menentukan arah perjalanan tidak mengapa selama tidak mengganggu konsentrasi pengemudi saat berkendara.

Hal itu karena penggunaan GPS yang dilakukan selama melaju di atas kendaraan, maka bisa saja terganggu konsentrasi pengendara. Karena dalam berkendara, pengemudi diharuskan untuk memiliki konsentrasi penuh. Selain itu, penyebab terjadi kecelakaan bisa juga karena pengendara mengantuk, lelah, capek, menonton film, menonton video, menggunakan handphone atau mengkonsumsi alkohol.

Namun, meski sudah penuh dengan kehati-hatian, kecelakaan lalu lintas bisa saja terjadi karena faktor pengemudi. Seperti faktor kendaraan yang tiba-tiba rem blong, atau karena kendaraan lain yang mungkin menabrak dari belakang.

Oleh karenanya, dalam berkendara perlu adanya persiapan, seperti asuransi kesehatan. Salah satunya, Asuransi Mandiri Kesehatan Prima yang mencoba memberi perlindungan kesehatan, ketenangan dan fokus dalam menjalani hidup agar hari-hari terasa lebih ringan.


Melalui program Asuransi Mandiri Kesehatan Prima, berbagai kemudahan akan didapat seperti layanan terbaik dari rumah sakit swasta, dokter umum, dan dokter spesialis. Saat seleksi kesehatannya pun sederhana. Anda hanya perlu menjawab 3 pertanyaan kesehatan di surat permintaan asuransi kesehatan tanpa harus melakukan medical check-up.

Selain itu, perlindungan kesehatan khusus untuk kondisi-kondisi yang sudah ada sebelumnya (pre-existing condition), setelah melewati 3 tahun masa tunggu, kecuali untuk plan enhanced yang memberikan manfaat atas kodisi yang telah ada sebelumnya/pre-existing condition sebesar Rp 3 juta per tahun.
(idr/idr)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com