DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 19:50 WIB

Idrus Ngaku Ketemu Sofyan Basir Ingin Bahas Viral Percakapan Menteri Rini

Faiq Hidayat - detikNews
Idrus Ngaku Ketemu Sofyan Basir Ingin Bahas Viral Percakapan Menteri Rini Idrus Marham/Foto: Ari Saputra
Jakarta - Terdakwa kasus suap PLTU Riau-1, Idrus Marham mengakui pertemuan dengan Direktur Utama PLN Sofyan Basir membahas masalah viral percakapan Menteri BUMN Rini Soemarno dan Sofyan Basir yang tersebar di media sosial. Idrus mengatakan, percakapan viral itu terjadi saat tahun politik atau pemilu.

"Pertemuan di rumah pak Basir itu, mungkin sedikit lupa memang saya hubungi Pak Sofyan Basir ketika di luar negeri, saya sampaikan masalah viral Pak Habib (Sofyan) terkait bu Rini. Lalu Habib mengatakan Pak Menteri (Idrus Marham) itu iseng, kan ini menghadapi tahun politik sesuai rapat kabinet perlu kita waspadai, lalu Habib (Sofyan Basir) mengatakan pulang kita ketemu," kata Idrus Marham menanggapi kesaksian Sofyan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Sidang perkara tersebut, jaksa KPK memang menghadirkan Sofyan Basir, Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Supangkat Iwan Santoso dan Wasekjen Partai Golkar Sarmuji sebagai saksi. Mereka memberikan keterangan untuk mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Pada April 2018 lalu, potongan percakapan Rini Soemarno dan Sofyan Basir sempat tersebar di media sosial. Baik Rini atau Sofyan sudah menjelaskan terkait rekaman percakapan yang bocor tersebut.





Rekaman percakapan yang viral di media sosial itu sudah dibenarkan oleh Rini maupun Sofyan. Namun keduanya kompak mengatakan rekaman itu tidak utuh.

Sofyan pernah menegaskan pembicaraan itu dilakukan pada akhir 2016. Sofyan mengaku saat itu tengah berkonsultasi dengan Rini terkait investasi PLN dan Pertamina dengan perusahaan swasta di bidang penyediaan energi.

"Pertama kali komunikasi kalau tidak salah akhir 2016. Saya tahu itu direkam, tapi nggak tahu kok dipotong-potong gitu lho," kata Sofyan saat ditemui di de Tjolomadoe, Karanganyar, Sabtu (28/4).

Kembali ke sidang, setelah bertemu dengan Sofyan, Idrus mengaku dihubungi mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih yang berencana ketemu Sofyan Basir bersama pengusaha Johanes Kotjo. Saat berada di kediaman Sofyan, Idrus pun menyebut memberikan kesempatan Kotjo untuk berbicara terlebih dahulu dengan Sofyan.

"Ada telepon bu Eni minta waktu ketemu ada masalah beda. Kalau sama ketemu biar dia (Kotjo) bicara, baru kita kalau sama-sama. Setelah itu ketemu bu Eni dengar RDP, bu Eni mendatangi saya katanya abang (Idrus) mau ketemu Pak Sofyan, saya bilang sudah ketemu kok. Akhirnya terjadi pertemuan, pembicaraan viral ada itu menjadi bagian masalah politik," jelas Idrus.

Menurut Idrus, pertemuan itu Sofyan terlihat bersikap tegas kepada Kotjo. Sofyan dinilai Idrus sangat tegas karena memotong pembicaraan Kotjo yang membahas pengembangan proyek PLN.

"Singkatnya saya persilakan Pak Kotjo, Pak Kotjo cepat dong karena sudah malam, langsung pembicaraan pengembangan, sebelum selesai dipotong sama Pak Sofyan, jangan begitu Pak Kotjo belum selesai kok langsung pengembangan. Pak Kotjo sudah, Habib (Sofyan) tegas, jangan lagi diskusi silakan pulang, ini kesepakatan bu Eni biar dia bicara dulu. Saat itu pertama sampaikan Habib (Sofyan) top tegas dan Pak Sofyan menyampaikan menjawab memang harus begitu kalau tidak tegas bisa dicelakai orang," jelas dia.

"Setelah itu bicara politik dan banyak, menghadapi tahun politik ini bahaya PLN, terkait kementerian sosial, karena terkait rakyat pasti diolah orang, termasuk banyak lagi tapi ada yang dibicarakan," imbuh Idrus.

Dalam pertemuan itu, Idrus juga mengatakan membahas masalah bantuan Corporate Social Responsibility (CSR). Namun ketua majelis hakim Yanto memotong Idrus. Hakim mengatakan jika hal tersebut menjadi pembuktian bisa disampaikan pemeriksaan terdakwa dan nota pembelaaan.

"Siap yang mulia," ujar Idrus.

Sofyan dalam persidangan hari ini, mengaku tidak pernah membicarakan tentang proyek PLTU Riau-1 dengan Idrus Marham yang saat itu menjabat sebagai Menteri Sosial (Mensos). Bahasan yang dilakukan Sofyan dengan Idrus disebutnya berkaitan dengan santunan anak yatim hingga bantuan mobil ambulans.

Saat ditanya jaksa apakah Idrus menyinggung soal proyek PLTU Riau-1, Sofyan menepisnya. "Menurut saya tidak (disinggung soal PLTU Riau-1) pada saat itu," ucap Sofyan saat bersaksi dalam persidangan.

Dalam perkara ini, Idrus didakwa bersama-sama Eni menerima suap Rp 2,25 miliar dari Kotjo. Duit itu disebut jaksa diterima agar mereka membantu Kotjo mendapatkan proyek di PLN.

Selain itu jaksa juga mendakwa Idrus mengarahkan pemberian suap dari untuk kepentingan Musyawarah Nasional Luas Biasa (Munaslub) Partai Golkar.
(fai/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed