DetikNews
Selasa 12 Februari 2019, 15:43 WIB

Analisis BMKG Soal Gempa Guncang Tasikmalaya dan Terasa Sampai Pangandaran

Rina Atriana - detikNews
Analisis BMKG Soal Gempa Guncang Tasikmalaya dan Terasa Sampai Pangandaran Foto: Dok. BMKG
Jakarta - Gempa berkekuatan magnitudo 4,0 sempat mengguncang Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Berdasarkan analisis BMKG, gempa yang tak berpotensi tsunami itu mirip dengan gempa di Jawa Barat pada September 2009 silam.

"Gempa ini mirip dengan peristiwa gempa Jawa Barat 2009 yang terjadi pada tanggal 2 September 2009 pada pukul 14.55.21 WIB dengan pusat gempa di laut sekitar 142 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat berkekuatan M 7,3," kata Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (12/2/2019).


"Gempa bumi ini dirasakan di seluruh pulau Jawa bahkan hingga ke Pulau Bali, menyebabkan 81 orang meninggal, serta memicu tsunami kecil setinggi 20 cm," ujarnya.

Daryono menjelaskan, magnitudo gempa Tasikmalaya Senin (11/2) malam tak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.

"Patut disyukuri bahwa gempa yang terjadi tadi malam berdasarkan hasil pemodelan BMKG tidak berpotensi tsunami. Magnitudonya tidak cukup kuat untuk membangkitkan perubahan di dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. Hasil monitoring BMKG hingga saat ini menunjukkan belum terjadi gempabumi susulan. Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang," tutur Daryono.


Sebelumnya gempa M 4,0 terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, pada Senin (11/2) sekitar pukul 22.13 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 8,15 LS dan 107,88 BT. Pusat gempa berada di laut pada jarak 62 km barat daya Tasikmalaya dengan kedalaman 27 km.

"Berdasarkan hasil analisis pada peta tingkat guncangan (shakemap) BMKG dan laporan dari masyarakat, gempa ini dirasakan di daerah Tasikmalaya, Garut, Ciamis bagian selatan dan khususnya Pangandaran dengan skala intensitas III MMI," jelas Daryono.

"Ditinjau dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi ini merupakan gempabumi dangkal akibat adanya penyesaran di dalam Lempeng Eurasia di Samudera Hindia selatan Jawa Barat. Gempa ini di kalangan para ahli kebumian lazim disebut sebagai 'intraplate earthquake'," paparnya.
(rna/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed