Dukung PSIS, 6.000 'Panser Biru' Datangi Jakarta
Kamis, 15 Sep 2005 23:45 WIB
Semarang - Laga delapan besar Liga Indonesia menyedot antusiasme penggila sepak bola Semarang. Buktinya, Kamis (15/9/2005) malam, sekitar 6.000 fans berat PSIS nekat berangkat ke Jakarta secara bergelombang.Pada gelombang pertama, sekitar 3000 suporter yang terkenal dengan sebutan panser biru dan snake itu berangkat melalui Stasiun Poncol pada pukul 18.40 WIB. Mereka diangkut dengan 12 gerbong KA Tawang Jaya dengan tarif diskon."Khusus untuk gelombang pertama, mereka hanya membayar tiket anak-anak. Soalnya, kereta itu memang kami sediakan untuk mereka. Untuk suporter yang berangkat setelah itu, bayarnya tetap utuh," tutur petugas Stasiun Poncol Budi Rachmanto kepada detikcom.Pada saat yang hampir bersamaan, sekitar 2.500 suporter berangkat dengan bus dari Balaikota Semarang. Mereka dilepas langsung oleh Walikota Semarang Sukawi Sutarip. Tiap orang dikenai biaya Rp 65 ribu.Sementara pada pukul 20.00 WIB, dari Stasiun Poncol, 500 panser biru menyusul rekan-rekannya yang terlebih dahulu berangkat. Mereka diangkut dengan KA Kertajaya yang empat gerbongnya dipenuhi suporter Persebaya alias bondo nekat (bonek).Suasana Stasiun Poncol pun riuh ramai. Ratusan suporter PSIS yang sudah menunggu satu jam sebelumnya, bernyanyi untuk menyambut bonek. Kedua suporter tampak rukun. Bahkan sebagian bonek memberi tempat pada suporter PSIS."Kita datang untuk The Jak Mania (sebutan untuk suporter Persija). Habisi The Jak!" teriak puluhan bonek sambil menggelantung di pintu keluar kereta. Akhirnya lima menit kemudian KA Kertajaya berangkat menuju Jakarta.Untuk mengamankan Stasiun Poncol, sekitar 100 personel polisi dari Polres Semarang Timur, Polres Semarang Tengah, dan Polwiltabes turun tangan. Mereka berjaga-jaga di sekitar lokasi sejak beberapa jam sebelum kedatangan suporter PSIS. Satu hari ini, di Stasiun Poncol terasa benar-benar milik suporter PSIS. Hal ini terbukti di depan loket depan terpajang tulisan 'Maaf untuk Kamis (15/9/2005) kami tidak melayani penumpang umum.'
(ahm/)











































