Teleconference 'Sajikan Drama' Persaingan SBY-JK
Kamis, 15 Sep 2005 17:57 WIB
Jakarta - Ini masih soal ada apa di balik video teleconference Presiden SBY. Sinyalemen 'something wrong' sudah dibantah. Kini dinilai menunjukkan adanya persaingan antara SBY dengan Wapres Jusuf Kalla."Wapres itu, kalau satu kali tidak hadir tidak masalah, ini kan sudah tiga kali. Ini makin kentara adanya persaingan SBY-Kalla," kata Pakar Komunikasi Politik UI Effendy Ghazali.Hal ini disampaikan dia usai mengikuti acara peluncuran situs www.forumpolitisi.org di Hotel Hilton, Jakarta, Kamis (15/9/2005)."Pernyataan Presiden SBY bahwa ketidakhadiran Kalla adalah hal yang wajar, tidak cukup menghilangkan kecurigaan masyarakat," ujar Effendy.Dia menilai video teleconference SBY justru semakin menunjukkan hubungan sang presiden dengan Kalla tidak solid."Soalnya, ini lain kata, lain perbuatan. Jadi itu saja tidak cukup. Kalau memang citranya tidak mau terganggu, harusnya teleconference jangan dibuka ke publik, dirahasiakan saja," cetus Effendy.Dia pun mengusulkan agar SBY-JK bisa duduk bersama mengatasi masalah ini. "Mereka berdua punya gaya komunikasi yang berbeda. Untuk itu harus ada kerendahan hati dari mereka sendiri," ujarnya menasihati.
(aan/)











































