Takut Penyelundupan BBM Terulang
Dirut Pertamina Tak Bisa Tidur
Kamis, 15 Sep 2005 17:50 WIB
Jakarta - Stres melanda Dirut Pertamina Widya Purnama. Dia pusing memikirkan BBM yang menghilang di pasaran, hingga penyelundupan BBM ke negeri tetangga. Widya pun akhirnya mencari 'pelampiasan' dengan curhat ke Komisi VII DPR."Saya khawatir, saya sampai tidak bisa tidur, kepikiran tiap hari," kata Widya di gedung DPR, Jl. Gatot Subroto, Kamis (16/9/2005), saat ditanya soal penyelundupan BBM di Lawe-lawe, Balikpapan, Kaltim, yang baru saja terbongkar.Karena kepikiran saban hari, akhirnya Widya pun rutin menghubungi kantor Pertamina di daerah-daerah. "Saya terus telepon ke daerah-daerah titik rawan seperti Cilacap, Balongan, tanya hari ini ada kejadian apa," ujar eks Dirut Indosat ini."Terus terang hari ini saya ketakutan. Jangan-jangan setelah Lawe-lawe mencuat, muncul Cilacap, muncul lagi di Plaju, matilah saya," imbuhnya.Widya setuju jika dikatakan titik rawan penyelundupan BBM tidak hanya di Terminal Lawe-lawe, tapi juga Balongan, Cilacap, Plaju, dan Dumai."Senin kemarin saya sudah kumpulkan para GM Pertamina dan saya katakan, awas kalau terjadi lagi," tegas Widya.Meski 'mengancam' anak buahnya, Widya tetap akan bertanggung jawab. "Tapi hari ini saya takut sekali," keluhnya.Widya juga berjanji akan terus memberi data kepada Polri sehingga polisi tahu tujuan kapal-kapal pengangkut BBM supaya tidak bobol di jalan."Kemarin kan disinyalir 'kencing' semua. Mudah-mudahan tidak ada kejadian lagi. Saya sangat takut hari ini. Perasaan saya kemungkinan besar akan terjadi lagi," kata Widya harap-harap cemas.Selain itu, Widya juga sedih karena BBM tidak sampai ke masyarakat sehingga terkesan BBM langka. "Ini fenomena di seluruh Indonesia. Jadi apa yang harus kami lakukan? Kalau Bapak jadi saya, bagaimana langkahnya? Saya bingung," curhat Widya dengan mimik sendu.Anda tahu resepnya?
(nrl/)











































