DetikNews
Senin 11 Februari 2019, 21:43 WIB

Cerita Sukses PKBM An-Nur Bawa Sarung Lokal ke Thailand

Akfa Nasrulhaq - detikNews
Cerita Sukses PKBM An-Nur Bawa Sarung Lokal ke Thailand Foto: Kemendikbud
Jakarta - Berawal dari prinsip membawa orang desa ke kota, Ketua PKBM An-Nur, Ibun Yanti Lidiati, membawa sarung lokal hingga ke Thailand. Dana dari Kemendikbud ia gunakan untuk membeli bahan dan membayar tutor.

Menurutnya, jika untuk memasarkan sendiri, peserta didik yang sudah dibina di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), khususnya ibu rumah tangga, akan terasa berat. Karena itu, ia membantu dalam memasarkan produk dengan mengikuti pameran-pameran di luar negeri.

"Saya dapat orderan baju Konjen dari Thailand kemarin (saat pameran). Pesanan dari sana 45 buah," ungkap Yanti saat diwawancarai dalam acara Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2019 di Tangerang Selatan (11/2/2019).

Tak tanggung-tanggung, omzet yang didapat dari hasil pameran yang didatangi bisa mencapai puluhan juta.


"Kalau lagi sepi ya Rp 25 atau 20 juta. Kalau di pameran, ya lebih banyak lagi. Kaya di pameran-pameran besar seperti Inacraft," tambah Yanti.

Dengan memanfaatkan potensi lokal, yaitu sarung daerah, dan menyasar kalangan menengah-atas, mengolah sarung Ibun menjadi sesuatu yang mendapat nilai jual yang tinggi.

"Kita selalu dapat undangan dari Thailand, setahun bisa tiga kali. Ke Jepang juga pernah, bahkan nanti kita ikut seleksi acara dinas perdagangan dan perindustrian yang ke Amerika bulan Agustus nanti. Mohon doanya saja," papar Yanti.

Peserta didik PKBM dari ibu-ibu rumah tangga yang ikut pelatihan kurang-lebih 70 orang. Bahkan mereka bisa mendapatkan pembelajaran manajemen agar dapat membuka lapangan kerja bagi warga sekitarnya.


Output PKBM ini juga menghasilkan berbagai produk olahan hasil daerah yang dijual langsung oleh ibu rumah tangga peserta didik. Contohnya rengginang, tape beraneka rasa, dan produk olahan singkong.

PKBM An-Nur Ibun merupakan salah satu program pemerintah Kemendikbud dalam memberikan keterampilan lebih, yaitu program PAUD Dikmas. Setiap tahun mereka mendapatkan dana bantuan yang dapat dikelola untuk kebutuhan PKBM.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed