Belaian Lembut pada si Kecil Bisa Hemat US$ 10 Ribu
Kamis, 15 Sep 2005 17:21 WIB
Semarang - Jangan sepelekan belaian pada bayi Anda. Karena berdasarkan penelitian dua universitas di AS, belaian lembut membuat bayi yang baru dilahirkan lebih sehat. Bayi bisa keluar dari RS lebih cepat dan menghemat hingga 10 ribu dollar AS.Penelitian yang dilakukan Departemen Medis Universitas Miami, Florida dan Universitas Duke, North Carolina, AS, itu mengambil sampel 20 bayi prematur dengan rata-rata usia kehamilan 31 minggu yang berat badannya 1.280 gram. Mereka juga melibatkan 20 bayi normal sebagai perbandingan.Ke-20 bayi prematur diberi stimulan berupa usapan selama 3 kali selama 15 menit sehari, sedangkan bayi yang normal tidak. Hasilnya, berat badan bayi prematur meningkat hingga 47% lebih banyak. Mereka juga lebih sehat sehingga mengurangi jatah tinggal di RS hingga 6 hari yang ongkosnya mencapai US$ 10 ribu.Secara umum, cara pengusapannya terdiri dari dua hal. Pertama, bayi diposisikan tertelungkup dan diusap dari leher ke bahu, punggung, paha, tungkai, dan lengan. Kedua, bayi diposisikan terlentang dan diusap bagian lengan dan kedua tungkai.Selain bermanfaat pada hal-hal fisik, usapan semacam itu dapat membuat kondisi psikis si kecil lebih baik dibanding bayi normal yang tidak diusap. Fungsi-fungsi syaraf sensorik maupun motorik si kecil dapat bekerja optimal.Penelitian seperti ini masih jarang dilakukan di Indonesia. Padahal hal ini penting untuk membuktikan secara kilinis manfaat usapan. Kalau pun ada observasi, jumlahnya sedikit dan tidak terpublikasi dengan baik."Untuk itu, (penelitian) seperti ini harus diintensifkan," saran Dr Hendriani Selina, Ahli Bayi dari RS Kariadi Semarang dalam Simposium Stimulasi Sentuhan untuk Ibu dan Anak di Ruang Anak RS Kariadi, Jl. DR Sutomo Semarang, Kamis (15/9/2005).Hendriani yang juga pengajar di FK Undip Semarang ini menjelaskan, usapan atau pijatan sudah dipraktikan sejak ribuan tahun lampau. Manfaatnya juga sudah dapat dirasakan. Tapi belum ada yang bisa memastikan manfaatnya secara klinis.Lebih lanjut, Hendriani menyatakan, alat-alat untuk memantau perkembangan bayi sudah tersebar banyak. Alat-alat itu hanya dimilki dan dipakai di sedikit RS. Akibatnya, banyak bayi yang berkembang dengan cara konvensional, tidak terpantau dengan baik.Sementara itu, Dr Florentina dari Phillipines Children's Medical Hospital (Manila) mengungkapkan sejumlah data penelitian manfaat usapan pada ibu dan bayi di Pilipina. Dikatakannya, usapan juga dapat mengurangi masalah tidur si kecil.Acara hasil kerja sama Johson & Johnson Indonesia, RS Kariadi, FK Undip, dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) tersebut dihadiri dokter anak, fisiotrapi, bidan, perawat, dan mahasiswa kedokteran. Acara serupa juga digelar di Bandung, Jakarta, dan Medan dengan waktu yang berbeda.
(nrl/)











































