2 Pengungsi Bakar Diri di Rumah Dinas Detensi Manado

Michale Dejonker - detikNews
Senin, 11 Feb 2019 17:00 WIB
Rumah Detensi Manado (Mic/detikcom)
Manado - Pengungsi Sajad (24) bersama pamannya, Muhammad Rahim (61), nekat membakar diri di Rumah Detensi Imigrasi Manado pada Kamis (7/2). Keduanya putus asa mendengar bantuan dari internasional akan disetop.

"Kakak saya bakar diri karena merasa terancam setelah mendengar akan dideportasi, dan UNHCR sudah menghentikan bantuan kepada kami. Kemudian Sajad ditantang oknum polisi melakukan aksinya setelah menyiram diri dengan minyak tanah saat memainkan pemantik api", kata adik Sajad, Yahya, kepada wartawan di Rumah Detensi Manado, Senin (11/2/2019).



Namun aksi pengungsi Afganistan itu diketahui aparat sehingga bisa dicegah. Akibat aksi itu, keduanya dirawat di RS Prof Kandou, Malalayang (11/2).

"Luka bakar yang dialami Sajad sekitar 70 persen. Selain dua pencari suaka yang bakar diri, ada juga dua pencari suaka yang dibawa ke Rumah Sakit Advent akibat mogok makan," kata Kepala Rumah Detensi Imigrasi Manado Arthur Mawikere.



Sementara itu, pihak rumah sakit mengatakan belum bisa memberikan keterangan medis kepada media. (asp/asp)