DetikNews
Senin 11 Februari 2019, 16:14 WIB

Siswi yang Saling Jambak dalam Video Viral di Maros Sepakat Berdamai

M Bakrie - detikNews
Siswi yang Saling Jambak dalam Video Viral di Maros Sepakat Berdamai Foto: Istimewa
Maros - Aksi saling jambak siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Maros, Sulawesi Selatan yang viral di media sosial, ternyata dipicu saling ejek atau 'bullying' di media sosial. Kini para pihak sepakat berdamai.

Di dalam video berdurasi 30 detik itu, dua orang siswi yang diketahui masih duduk di bangku kelas 1 SMPN 1 Turikale, terlihat mengejek siswi kelas 3 SMP PGRI 2 Maros yang berada di depannya dengan kata-kata kasar. Tak tahan, siswi itupun berbalik dan langsung menjambak satu siswi yang dibantu lagi oleh temannya.



"Benar yang mengeroyok itu memang keduanya siswi kami di kelas 1. Terus yang dikeroyok itu siswi kelas 3 SMP PGRI 2. Gara-garanya mereka hanya saling ejek saja. Dikatain peseklah, apalah begitu," kata Plt Kepsek SMPN 1 Turikale, Jabaruddin, Senin (11/2/2019).

Pihak sekolah pun sudah melakukan upaya mediasi dengan semua pihak, termasuk orang tua siswi. Dari situ, mereka sudah saling berdamai dan memaafkan satu sama lain. Meski begitu, pihak sekolah mengaku sangat menyayangkan peristiwa itu bisa terjadi.

"Kami sudah mempertemukan semua pihak dan memanggil orang tuanya. Mereka sudah bersepakat untuk saling berdamai, karena mereka ini sebenarnya berteman lama. Kita menyayangkanlah hal ini terjadi, makanya kami juga menggandeng pihak perlindungan anak dan Dinas Pendidikan," lanjutnya.

Kasus kekerasan yang diawali dari aksi saling 'bullying' itu memang telah menjadi perhatian pihak Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di sekolah. Hanya saja, sosialisasinya belum menyentuh pada pihak keluarga yang berperan penting dalam pola asuh anak.

"Program anti-bullying ini sudah menjadi program kita di sekolah. Tapi memang tantangannya di keluarga. Karena peran keluarga itu lebih besar dari para pendidik. Ini yang belum kita masuki memang," kata Kepala Dinas PPPA Maros, Muh Idrus kepada detikcom.

Ia berharap, sosialisasi pola asuh oleh keluarga ini menjadi tanggung jawab semua pihak, utamanya pemerintah desa/ kelurahan serta Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), bisa berperan aktif dalam upaya pencegahan pola asuh negatif dari setiap rumah tangga.


(bag/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed