DetikNews
Senin 11 Februari 2019, 13:35 WIB

Ketum PA 212 Sebut Kasusnya Tak Adil, Polri: Semua Sama di Mata Hukum

Audrey Santoso - detikNews
Ketum PA 212 Sebut Kasusnya Tak Adil, Polri: Semua Sama di Mata Hukum Gedung Mabes Polri/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma'arif menyebut kasus hukum dugaan pidana Pemilu yang menjeratnya sebagai gambaran ketidakadilan penegak hukum. Polri menepis penilaian Slamet, dengan menegaskan semua warga negara sama di mata hukum.

"Kami menjunjung persamaan, sama di mata hukum. Kami juga mengedepankan asas praduga tak bersalah. Warga negara berhak menyampaikan keberatan-keberatannya. Silakan saja (keberatan), asal tetap pada koridor hukum," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, kepada detikcom, Senin (11/2/2019).

Dedi menjelaskan penetapan tersangka terhadap Slamet Ma'arif juga didasarkan kajian Sentra Gakkumdu. "Iya dari gakkumdu," sambung Dedi.






Proses penyidikan kasus tindak pidana pemilu Slamet Ma'arif baru sampai pada tahap pemanggilan tersangka. Dalam menangani kasus ini, penyidik Polres Surakarta terus berkoodinasi dengan Bawaslu.

"Baru tahap pemanggilan dan meminta klarifikasi peristiwa tersebut. Tentunya Polri tidak bekerja sendiri tapi terus berkoordinasi dengan Bawaslu karena di situ ada Gakkumdu, ada Polri, Kejaksaan dan Bawaslu," terang dia.

Sebelumnya Slamet Ma'arif, ditetapkan tersangka oleh Polres Surakarta, Jawa Tengah. Penetapan tersangka itu terkait dugaan pelanggaran pemilu dalam acara tablig akbar PA 212 Solo Raya pada 13 Januari 2019.






Slamet Ma'arif akan dipanggil kembali untuk mengikuti pemeriksaan pada Rabu (13/2). Kapolresta Surakarta, Kombes Ribut Hari Wibowo, mengatakan telah mengirimkan surat panggilan kepada Slamet Ma'arif.

"Hari Rabu nanti (pemeriksaan). Panggilan sudah kita kirimkan kepada Ustaz Slamet Ma'arif untuk dilakukan pemeriksaan," kata Ribut kepada wartawan di Mapolresta Surakarta.


Saksikan juga video 'Sebut Peserta Aksi 212 Penghamba Uang, Relawan Jokowi Dipolisikan':

[Gambas:Video 20detik]


(aud/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed