Pejabat Kemenpora Dipanggil KPK di Kasus Suap Hibah KONI

Haris Fadhil - detikNews
Senin, 11 Feb 2019 10:36 WIB
Ilustrasi KPK (Foto: dok detikcom)
Jakarta - Penyidik KPK memanggil seorang pejabat di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berkaitan dengan kasus dugaan suap dalam penyaluran hibah untuk KONI. Pejabat yang dipanggil itu atas nama Pangestu Adi W.

"Saksi atas nama Pangestu Adi W dipanggil untuk tersangka EFH (Ending Fuad Hamidy/Sekjen KONI)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (11/2/2019).




Pangestu merupakan Kepala Divisi Keuangan dan Umum pada Lembaga Pengelolaan Dana dan Usaha Keolahragaan (LPDUK). Lembaga itu merupakan unit pelaksana teknis di bidang pengelolaan dana dan usaha keolahragaan, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menpora melalui Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga.

Lembaga ini dibentuk berdasarkan Permenpora nomor 22 tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pengelola Dana dan usaha Keolahragaan. LPDUK bertugas melaksanakan pengelolaan dana dan usaha keolahragaan. Pembentukan lembaga ini sempat dibicarakan oleh Menpora Imam Nahrawi usai gelaran Sea Games 2017.

Menurut Imam, LPDUK menjadi salah satu terobosan dari sejumlah masalah yang dialami selama Sea Games 2017. Salah satu masalah itu adalah akomodasi atlet yang bakal dipercepat pembayarannya lewat LPDUK.

"Kami punya LPDUK (lembaga pendanaan khusus olahraga) di situ nanti lembaga yang akan menampung sehingga katakanlah ada pergeseran atlet, ada akomodasi yang harus dibayar per hari ini juga. Sementara kalau lewat APBN harus proses dan administrasi, karena kalau tidak jadi temuan KPK. LPUDK ini yang akan menerobos itu. Sehingga tidak ada lagi nanti masalah-masalah itu. Dana LPUDK baru dibentuk, jadi jangan dianggap saya tidak melakukan langkah. Ya nggak juga," kata Imam, Kamis (31/8/2017).




Kembali soal pemeriksaan di KPK. Selain Pangestu, ada dua saksi lain yang dipanggil untuk Ending. Mereka ialah Sekretaris Tim Verifikasi Cucu Sundara dan Kadiv Asdep Pembibitan Bambang Siswanto.

Kasus ini sendiri berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 2018 lalu. Dari OTT tersebut, KPK menetapkan 5 orang tersangka yaitu Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy sebagai tersangka pemberi. Kemudian tersangka penerima suap ialah Deputi IV Kemenpora Mulyana, PPK pada Kemenpora Adhi Purnomo dkk, serta staf Kemenpora Eko Triyanto.

Dalam proses penyidikan, KPK menyebut dana hibah itu seharusnya digunakan untuk pengawasan dan pendampingan (wasping) atlet. Dana tersebut juga ditujukan untuk penyusunan instrumen monitoring dan evaluasi atlet menuju Sea Games 2019.


Saksikan juga video 'Deputi IV Kemenpora dan Sekjen-Bendum Jadi Tersangka KPK':

[Gambas:Video 20detik]

(haf/dhn)