Tiket KA untuk Bonek Disubsidi, Pemberangkatan ke Jakarta Tertib
Kamis, 15 Sep 2005 15:35 WIB
Surabaya -
Hari kedua pemberangkatan massa bondo nekat (bonek) ke Jakarta melalui Stasiun Pasar Turi, Surabaya, berjalan lebih tertib. Tiket KA Kertajaya khusus untuk bonek disubsidi oleh Yayasan Suporter Surabaya (YSS). Pemantauan detikcom pukul 14.50 WIB, Kamis (16/9/2005), proses pemberangkatan ini masih terus berlangsung. Seharusnya, KA akan diberangkatkan pukul 15.00 WIB. Namun, diperkirakan keberangkatan KA akan sedikit molor, karena 5 gerbong yang disediakan khusus untuk bonek belum terisi penuh. Para bonek masih banyak yang berada di luar KA. Hingga berita ini diturunkan, jumlah bonek yang berangkat dari Stasiun Pasar Turi hanya berjumlah sekitar 300 orang. Para bonek yang memiliki cukup uang diseleksi ketat saat membeli tiket. PT KA menyediakan 5 gerbong bagian belakang dari 13 gerbong KA Kertajaya untuk para suporter Persebaya itu. 7 Gerbong sisanya dipakai untuk penumpang biasa dan gerbong makan. Sekitar pukul 14.00 WIB, 13 gerbong KA Kertajaya ini disterilkan oleh aparat gabungan dari Polresta Surabaya Utara, Polwiltabes Surabaya dan Brimob Polda Jawa Timur. Sterilisasi ini digunakan untuk mencegah penyusupan bonek di gerbong penumpang umum. Setelah disterilkan, para penumpang umum diminta naik. Semua pintu gerbong KA dijaga ketat oleh aparat kepolisian. Setelah semua penumpang umum naik, baru para bonek digiring ke lima gerbong bagian belakang. Bonek mania yang berangkat ke Jakarta ini mendapat subsidi dari YYS sebesar Rp 17 ribu/orang. Para bonek ini dihargai dengan tiket untuk anak-anak, yaitu Rp 37 ribu. Dengan subsidi Rp 17 ribu per kepala, maka masing-masing bonek hanya membayar tiket Rp 20.000. Pemeriksaan ketat oleh aparat dilakukan saat pembelian tiket hingga para bonek menaiki KA. Aparat membuat pagar betis. Gerbong paling belakang dipenuhi terlebih dulu, baru kemudian gerbong yang mengarah ke bagian tengah. Semua bonek yang membeli tiket dapat tempat duduk. Aparat kepolisian juga tampak berjaga-jaga di sepanjang rel sejauh 500 meter dari Stasiun Pasar Turi. Mereka berjaga-jaga di samping kanan dan kiri rel. Mereka siaga di tempat itu untuk mencegah para bonek yang nekat naik KA saat KA berjalan keluar stasiun. Kebanyakan bonek yang bertindak seperti ini, karena tidak punya uang. Diperkirakan, sekitar 7.000 bonek akan mendatangi Jakarta untuk menyaksikan tim Persebaya berlaga dalam Delapan Besar Liga Indonesia 16-21 September 2005. Selain dari Stasiun Pasar Turi, ribuan bonek juga berangkat dari Stasiun Gubeng secara bergelombang sejak Rabu (14/9/2005) kemarin. Banyak juga bonek yang menggunakan jalan darat dengan menumpang truk-truk secara estafet hingga Jakarta.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































