Salah satu perwakilan warga, Sobirin menyampaikan belum baiknya pekerjaan pemuda di wilayah Kelurahan Karangroto.
"Pemuda kami banyak yang lulusan SMA. Kemarin 12 orang ikut seleksi non ASN tapi tidak ada yang diterima," keluh Sobirin, dalam keterangan tertulis, Minggu (10/2/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menjawab keluhan Sobirin, Hendi lantas mendorong agar pemuda berwirausaha dan tidak bergantung pada lowongan kerja.
"Mas, tolong disampaikan ke pemuda pelosok Kota Semarang kalau hari ini kita ngomong jumlah tenaga kerja, jumlahnya tidak sebanding dengan lowongan kerja. Contohnya penerimaan CPNS kemarin dibuka lowongan 300, yang daftar 6 ribu. Jadi kita ajarkan anak boleh sekolah tinggi tapi jangan didoktrin jadi pegawai," Jelas Hendi.
Hendi pun mencontohkan generasi sekarang yang sering disebut generasi milenial, bisa menghasilkan rupiah yang tidak sedikit dengan bermodal handphone atau komputer.
"Sekarang zamannya generasi milenial. Dari handphone dan komputer bisa sugih atau kaya. Tentu ada caranya," lanjut Hendi.
Kota Semarang sendiri mendukung wirausaha dengan menyediakan pelatihan gratis dan kemudahan modal usaha.
"Ada yang namanya kewirausahaan. Di pemkot ada balai latihan kerja,pelatihan manajemen, dan keahlian. Untuk bantuan modal ada yang namanya kredit wibawa atau wirausaha bangkit juara. Bunganya hanya 3% per tahun. Besarnya 5jt tanpa agunan sampai dengan 20 juta dengan agunan," terang Hendi
Selain itu, beberapa keluhan lainnya disampaikan oleh Ketua LPMK Mukhtadi, terkait jalan rusak dan jembatan yang kurang lebar.
Masalah tersebut langsung ditanggapi Hendi dengan melayangkan pertanyaan kepada Kepala Dinas PU Kota Semarang Iswar Aminuddin yang juga ikut serta dalam kegiatan jalan sehat dan dialog tersebut.
"Ini jalan kapan bisa di beton pak?" tanya Hendi. Kemudian dijawab Iswar, akhir bulan Februari 2019.
"Baik warga bisa dicatat nggeh, kalau akhir bulan Februari belum ada material datang langsung geruduk rumah atau kantor saya," tegas Hendi yang disambut dengan riuh tepuk tangan warga masyarakat yang hadir.
Dalam kesempatan itu juga, Hendi mendorong warga untuk aktif melapor apabila menemukan ada yang perlu tindakan.
"Hendi itu tidak punya ilmu kebatinan, njenengan punya keluhan tapi mung mbatin. Ya nggak sampai ke saya. Tapi kalau langsung disampaikan Insya Allah ada solusi," tegas Hendi.
Hendi juga mengingatkan warga terkait maraknya kejadian pembakaran kendaraan oleh oknum. Hendi minta untuk mengaktifkan siskamling dan membuat portal. Hendi berencana menganggarkan pengadaan cctv di setiap RT di anggaran perubahan.
Kemudian untuk penyakit DB yang muncul karena mulai musim penghujan, Hendi meminta warga untuk mengaktifkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Fogging tidak disarankan karena hanya membunuh sebagian nyamuk. Nyamuk tidak mati malah akan kebal. (ega/mul)










































