"Salah satu janji Mas Ganjar Pranowo dan saya saat kampanye menyejahterakan guru Madin, TPQ, dan pesantren. Dan alhamdulillah janji itu akan terealisasi pada Maret mendatang," kata pria yang biasa disapa Gus Yasin ini, Minggu (10/2/2019).
Kader PPP ini menyebutkan bahwa sebenarnya perjuangan untuk memberikan insentif kepada guru madrasah sudah lama dilakukan, yaitu kala ia menjabat anggota DPRD Jateng.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Yasin menyebutkan bahwa peran guru Madin, TPQ, dan pesantren sangat besar dalam membangun karakter bangsa sehingga perlu mendapatkan dukungan dari pemerintah daerah. Apalagi Jateng memiliki sekitar 4.800 pesantren dan merupakan salah satu penyumbang pesantren terbesar di Indonesia.
Putra KH Maimoen Zubair ini menyebutkan kader pesantren dan madrasah perlu aktif di politik agar keberpihakan pemerintah semakin dekat dengan dunia mereka. Jika tidak, bukan tidak mungkin mereka akan ditinggalkan dalam setiap mengambil keputusan.
Jika banyak politisi dari kalangan santri, guru madin dan pesantren pun akan mendapatkan perhatian lebih besar.
"PPP sebagai sebagai partai yang dekat dengan pesantren dan umat Islam perlu mendapatkan dukungan masyarakat sehingga nanti setelah Pemilu 2019 bisa menjadi lebih besar dan bisa mengawal kepentingan pesantren dan madrasah, baik di tingkat pusat maupun di daerah-daerah," kata Gus Yasin. (ega/mul)











































