Ke Jakarta, Bonek Hanya Bawa Duit Rp 20.000-50.000

Ke Jakarta, Bonek Hanya Bawa Duit Rp 20.000-50.000

- detikNews
Kamis, 15 Sep 2005 14:41 WIB
Surabaya - Namanya juga bonek alias bondo nekat. Pergi ke Jakarta pun dengan modal nekat. Rata-rata mereka hanya mengantongi duit Rp 20.000 hingga Rp 50.000 untuk digunakan membeli tiket KA Surabaya-Jakarta PP, plus bekal hidup selama seminggu di Jakarta. Apa cukup?Massa bonek, sebutan bagi pendukung Persebaya, tim sepakbola dari Surabaya, sebagian besar memang berumur 15-40 tahun. Mereka memang bukan dari kalangan yang ber-uang. Wajar, bila mereka memiliki prinsip, "Yang penting ke Jakarta dulu, masalah hidup di Jakarta urusan belakangan."Demikianlah pengakuan beberapa bonek yang ditemui detikcom di Pasar Turi, Surabaya, Kamis (15/9/2005). Hingga pukul 13.40 WIB, sudah ratusan bonek yang datang ke stasiun ini. Diperkirakan pada pukul 15.00 WIB, akan datang 7.000-an bonek ke stasiun ini untuk bertolak ke Jakarta.Sebagian massa bonek yang sudah berada di Stasiun Pasar Turi ini merupakan bonek yang gagal berangkat ke Jakarta pada Rabu (14/9/2005) kemarin. Mereka gagal berangkat, karena aparat menghalaunya.Karena itu, meski mereka adalah warga asli Surabaya, namun mereka memilih menginap di stasiun Pasar Turi tadi malam. Mereka mengaku malu bila pulang ke rumah. Sebenarnya, mereka sudah berusaha untuk 'nebeng' KA hingga pukul 21.00 WIB. Namun, upaya mereka tetap gagal, karena polisi bertindak tegas."Ya sudah, kita menginap di sini tadi malam," kata Debby, bonek asal Kampung Malang, Surabaya.Menurut pengakuan Budi, koordinator lapangan bonek dari Perumahan Sumput, Driorejo, Gresik, dirinya hanya berbekal Rp 50.000. Bersama 15 orang lain dari kampungnya, Budi bertekad mengamen di Jakarta untuk mempertahankan hidupnya.Beberapa bonek lain yang ditemui detikcom mengaku berbekal uang yang sangat terbatas. Rata-rata mereka membawa uang Rp 20.000 hingga Rp 50.000. "Tambahan uang di Jakarta akan kita cari di sana dengan cara yang halal," ungkap Budi nekat.Bekal Rp 20.000 hingga 50.000 itu, secara matematis, tentu tidak cukup. Untuk beli tiket Surabaya-Jakarta PP secara normal, sedikitnya mereka harus membayar Rp 58.000. Harga terendah tiket KA Kertajaya sekitar Rp 28.000. Belum lagi kebutuhan uang untuk bertahan hidup di Jakarta.Debby, bonek asal Kampung Malang, Surabaya, lebih berkantong tebal, meski tetap saja tidak cukup. Dia berbekal duit Rp 120.000."Uang ini akan saya belikan tiket pulang pergi dan hidup di Jakarta selama seminggu. Saya akan menonton Persebaya hingga tuntas," kata Debby yang mengaku bersama 15 orang satu kampungnya untuk ke Jakarta.Dengan uang terbatas itu, bagaimana dia hidup di Jakarta? Debby mengaku akan meninap di mes ibunya yang bekerja di sebuah perusahaan arloji. "Cukup gak cukup, ya dicukup-cukupkan," kata dia.Pengakuan yang lebih menarik dituturkan Agus Bendot, bonek asal Karang Pilang, Surabaya. Dia mengaku hanya berbekal uang Rp 2.500 untuk ke Jakarta. Karena itu, dia bertekad menuju Jakarta tanpa membeli tiket, meski polisi akan menghadangnya."Saya akan mencari jalan lain menuju Jakarta. Saya akan mencegat KA setelah keluar dari stasiun. Kalau saya naik dari stasiun, tidak mungkin, karena ketatnya pengamanan," ujar dia.Saat ditanya, apakah dengan uang Rp 2.500 dirinya bisa hidup di Jakarta, Agus Bendot sangat yakin dirinya tetap bisa hidup di ibukota negeri ini. "Masalah hidup di Jakarta, itu nanti dipikirkan setelah sampai di sana," aku pemuda berusia 30-an tahun ini.Agus Bendot mengaku tidak khawatir di Jakarta. Sebab, dirinya sudah punya pengalaman. "Beberapa tahun lalu, saat Persebaya masuk final, saya kan juga ke Jakarta. Saya memang tidak punya uang, dan pulangnya, saya harus dipulangkan dengan kapal TNI AL," kata dia santai saat ditemui sedang berkumpul dengan sekitar 20 bonek dari Karang Pilang.Para bonek ini ke Jakarta untuk menyaksikan tim Persebaya yang berlaga di delapan besar Liga Indonesia. Pertandingan akan berlangsung mulai Jumat (16/9/2005) hingga Rabu (21/9/2005). (asy/)


Berita Terkait