Solusi Kemendikbud Bangun Komunikasi Efektif Sekolah dan Orang Tua

Raras Prawitaningrum - detikNews
Sabtu, 09 Feb 2019 15:01 WIB
Foto: ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko
Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengimbau agar kolaborasi antara orang tua siswa dan sekolah terus ditingkatkan. Hal ini bertujuan agar anak atau siswa dapat mencapai keberhasilannya dalam pembentukan karakter maupun bidang akademik.

Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Kemendikbud, Sukiman, menegaskan agar orang tua tidak menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak ke sekolah. Sebab, kolaborasi antara sekolah dan orang tua berperan penting untuk menentukan keberhasilan siswa.

"Pendidik yang pertama dan utama itu ada di keluarga, lalu setelah itu anak akan meneruskan pendidikan formal atau informal. Kolaborasi antara keluarga dan sekolah yang positif akan memberikan manfaat yang banyak," ujar Sukiman kepada detikcom, Sabtu (9/2/2019).

Sukiman mengatakan kolaborasi tersebut bisa ditingkatkan dengan membangun komunikasi yang efektif antara sekolah dan orang tua.

Maka ia mengimbau agar sekolah membuka pintu selebar-lebarnya untuk berkomunikasi ke orang tua siswa. Menurutnya, hal ini masih sering diabaikan oleh banyak sekolah.


"Namun ada hal yang perlu ditegaskan lagi, jangan informasi negatif saja yang di-share ke orang tua. Informasikan juga hal positif seperti prestasi anak menjadi ketua kelas agar orang tua bisa mengapresiasi anak di rumah. Termasuk juga informasi proses akademik dan nonakademik. Jadi keluarga tahu perkembangan anak, bukan hanya tentang penerimaan rapot," jelasnya.

Tak hanya itu, Sukiman juga menyarankan agar sekolah menjalin komunikasi dengan lingkungan sekitar demi memantau kegiatan anak di luar pantauan sekolah maupun orang tua.

Tujuannya adalah menyosialisasikan arahan jika siswa berada di luar lingkungan sekolah saat jam sekolah berlangsung atau saat usai sekolah siswa tidak langsung pulang ke rumah.

"Pihak sekolah bisa datang ke ketua RT dan RW sekitar untuk menyosialisasikan hal tersebut. Lingkungan sekitar sekolah juga disarankan punya nomor sekolah yang bisa dihubungi. Lebih baik ada layanan chat seperti WhatsApp agar lebih memudahkan," katanya


Nantinya, warga sekitar bisa memberi tahu pihak sekolah untuk kemudian diteruskan ke orang tua siswa.

"Anak bisa difoto lalu dikirim ke pihak sekolah dan ditanyakan anak kelas berapa dan namanya siapa. Pasti wali kelas kan tahu," kata Sukiman.

"Sekarang kan ada kewajiban wali kelas punya narahubung orang tua atau perwakilan siswa. Maka ketika anak melakukan perilaku menyimpang saat di luar jangkauan, orang tua tahu dan bisa mengambil sikap. Tapi ingat, tidak dengan jalan kekerasan," pungkasnya.



Tonton video 'Tingkatkan Mutu Guru, Anies Teken MoU dengan Kemendikbud':

[Gambas:Video 20detik]

(idr/idr)