Dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (9/2/2019), Asianto dan perwakilan KJRI Marseille bertemu dengan jajaran manajemen perusahaan pengolahan kopi Henry Blanc, yang berbasis di Marseille, pada Kamis (7/2). Pertemuan ini difasilitasi Wakil Wali Kota Marseille bidang Kerja Sama Ekonomi, Mr Didier Parakian.
Untuk diketahui, grup Henry Blanc berdiri sejak 1980 sebagai perusahaan keluarga yang berfokus pada pemanggangan/penyangraian (roasting) dan penjualan produk kopi. Sebelum membangun merek dagang Henry Blanc, perusahaan keluarga yang berdiri sejak 1920-an ini berusaha dengan merek dagang populer lainnya di Prancis, yakni Bonne Maman, Cafes Negresko, dan Oasis. Saat ini, perusahaan keluarga itu dikelola oleh Jean-Luc Blanc, anak Henry Blanc yang merupakan generasi ke-4 keluarga.
Salah satu kopi yang diimpor Henry Blanc. (Foto: Dok;. KJRI Marseille) |
Henry Blanc merupakan perusahaan importir kopi terbesar di Marseille dan dikenal luas masyarakat Prancis. Henry Blanc mengimpor biji kopi (green bean) dari 50 negara, termasuk dari Indonesia (kopi Bali, Java Jampit, dan kopi Papua), dengan bea masuk yang cukup rendah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Henry Blanc, importir terbesar kopi di Marseille. (Foto: Dok;. KJRI Marseille) |
Penjajakan lain yang dilakukan dengan Henry Blanc ialah terkait kerja sama pendirian coffee roasting di Marseille oleh pengusaha kopi asal Indonesia.
"Juga disinggung kerja sama untuk mendirikan coffee roasting di Marseille dan sekitarnya melalui skema investasi atau joint venture," sebut Asianto. (gbr/jbr)












































Salah satu kopi yang diimpor Henry Blanc. (Foto: Dok;. KJRI Marseille)
Henry Blanc, importir terbesar kopi di Marseille. (Foto: Dok;. KJRI Marseille)