Siksa 5 Anak Angkat, Suami Istri Dihukum 15 Tahun Penjara

Siksa 5 Anak Angkat, Suami Istri Dihukum 15 Tahun Penjara

- detikNews
Kamis, 15 Sep 2005 11:40 WIB
Jakarta - Orangtua seharusnya melindungi anaknya, bukannya malah mencelakakan. Tapi sepasang suami istri ini justru menyiksa dan membiarkan lima anak angkat mereka kelaparan.Begitu kejam orangtua ini sampai-sampai mereka tega mencabut kuku kaki anak mereka dengan tang. Sadis!Akibat perbuatannya, kedua warga AS itu masing-masing divonis hukuman 15 tahun penjara. Demikian seperti diberitakan harian Australia, Sydney Morning Herald, Kamis (15/9/2005).Suami istri bernama John dan Linda Dollar tersebut sebenarnya memiliki tujuh anak adopsi. Namun mereka menyiksa lima orang di antaranya, sementara dua orang lagi, yang disukai oleh suami istri itu, dirawat dan diperlakukan dengan baik. Di tubuh keduanya tidak ditemukan luka-luka fisik akibat penyiksaan. Berbeda dengan kelima anak lainnya yang kerap disiksa. Bahkan dua anak laki-laki kembar berusia 14 tahun bertubuh sangat kurus karena sering tidak diberi makan. Bayangkan, berat si kembar masing-masing 16 dan 17 kilogram! Atau sekitar 36 kilogram di bawah berat badan normal untuk anak seusia mereka. Polisi bahkan menyebut kondisi mereka tak ubahnya seperti kondisi para korban di kamp konsentrasi Nazi.Anehnya, John Dollar dan istrinya mengaku mencintai anak-anak yang mereka siksa itu. "Itu semua tidak disengaja. Kami menyayangi mereka, kami mengharapkan mereka baik-baik saja," tutur John seraya menangis di persidangan yang digelar di Utah, AS.Kasus ini terbongkar pada 21 Januari lalu ketika putra mereka yang berusia 16 tahun dimasukkan ke rumah sakit dengan luka di kepala dan lecet-lecet di lehernya. Remaja itu bobotnya kurang dari 27 kilogram.Selain menjalani hukuman kurungan, kedua terdakwa juga diharuskan menjalani pemeriksaan kesehatan jiwa, serta mengikuti pelatihan manajemen kemarahan. Suami istri itu juga harus kehilangan hak-hak pengasuhan anak. Kini, ketujuh anak angkat mereka ditempatkan di panti asuhan. (ita/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini