Polisi Gali Penyebab Tawuran Berulang di Perbatasan Jakpus-Jaksel

Farih Maulana - detikNews
Jumat, 08 Feb 2019 19:39 WIB
Foto: Ilustrasi
Jakarta - Aksi tawuran antarpemuda kerap terjadi di perbatasan Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, tepatnya di kawawan Manggarai dan Menteng Tenggulun. Untuk menggali akar permasalahan tersebut, polisi mengumpulkan tokoh masyarakat hingga pemuda karang taruna setempat.

Pertemuan digelar di Hall Vicky Sianipar, Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Kamis (7/2) malam. Pertemuan itu dihadiri Kapolsek Setiabudi Kompol Tumpak Simangunsong,
Wakapolsek Menteng Kompol Budi, Camat Setiabudi Dyan Airlangga, Asisten Pemerintahan Jakpus Budi Roso, Camat Menteng Pasir Limbong, Wakil Danramil Setiabudi Kapten Latoip hingga Danramil Menteng Mayor Denver.

"Salah satu upaya kami dari Muspida, khususnya saya selaku Kapolsek Metro Setiabudi ingin mengetahui apa sih yang sebenarnya yang mereka perebutkan. Kita undang ini di sini ada ketua RT/RW-nya, bahkan pemuda di sana karang taruna, untuk menggali apa yang diperebutkan," kata Kompol Tumpak Simangunsong.

Polisi berharap dengan pertemuan itu bisa mendapatkan solusi terkait permasalahan tersebut. Dia juga berharap setelah ada pertemuan itu, warga akan berhenti tawuran.



"Tapi kita dari sisi kamtibmasnya kami inginkan bahwa memang yang selama ini terindikasi ada tawuran supaya dihentikan. Ingin wilayah Setiabudi ini dalam kondusif, tetep kondusif dan terpelihara situasi kamtibmas terpelihara dengan baik," ucapnya.

Lebih jauh terkait aksi tawuran di Manggarai, Setiabudi beberapa hari lalu, Tumpak mengaku sempat mengamankan dua orang. Akan tetapi, dua orang itu tidak terlibat dalam aksi tawuran.

"Kalau yang kita amankan kemaren itu geng motor. Bukan (pelaku tawuran), tapi yang jelas sempat bentrokan dengan warga, karena mereka geng motor ramai-ramai, sehingga warga merasa terusik. Mereka geng motor itu membawa senjata tajam. Ya kita amankan dua orang pelaku, dan kita proses," sambungnya.

Tumpak menegaskan, pihaknya akan menindak tegas pelaku tawuran yang terindikasi melakukan tindak pidana. Apalagi, jika sampai timbul korban dalam aksi tawuran itu.

Sementara itu, Asper Jakarta Pusat Budi Roso menyatakan bahwa aparat harus kompak menindak tawuran.

"Saya dengan teman-teman Muspika harus kompak, tegas..tegas..tegas. Kalau mereka hanya hal yang biasa tidak perlu ada penangkapan. Tapi pada saat mereka ada mencoba melakukan kriminal apalagi narkoba ya harus dilakukan penyidikan tindakan hukum," tegas Budi Roso.

(mea/mea)