Keluarga Korban Desak Negara Tuntaskan Kasus Trisakti '98

Ibnu Hariyanto - detikNews
Jumat, 08 Feb 2019 17:09 WIB
Keluarga mahasiswa Universitas Trisaksi korban kerusuhan '98. (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta - Keluarga mahasiswa Universitas Trisakti yang menjadi korban kerusuhan '98 mendesak pemerintah menuntaskan kasus tersebut. Keluarga meminta negara bertanggung jawab atas tewasnya empat mahasiswa Trisakti akibat kerusuhan tersebut.

Desakan itu disampaikan Laksmiati, ibunda mahasiswa Trisakti yang tewas saat kerusuhan '98, Hery Hartanto, dalam diskusi bertajuk 'Mengungkap Fakta Tragedi 12 Mei 1998' di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).

"Saya dari pihak keluarga apa yang dilakukan aparat negara ini ke mahasiswa ini negara harus bertanggung jawab, pihak negara harus bertanggung jawab atas kasus ini," ujar Laksmiati.




Laksmiati menyesalkan sikap pemerintah yang hanya berjanji menuntaskan kasus kerusuhan '98. Namun, sebut Laksmiati, pemerintah tak pernah menepati janji itu.

"Dari dulu, pemimpinnya Bu Mega (Megawati Soekarnoputri), Gus Dur (Abdurrahman Wahid), hingga Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono). Bahkan Pak SBY sudah mengundang ke Istana akan diselesaikan seadil-adilnya sampai turun juga belum selesai," sesal Laksmiati.

Laksmiati berharap Presiden Jokowi tidak menebar janji serupa. Dia mengatakan, jika pemerintah tak bisa menuntaskan, paling tidak ada pengakuan bahwa mahasiswa yang tewas karena ditembak aparat negara.




"Jadi kalau terpilih kembali, kita mudah-mudah berdoa saja Pak Jokowi bisa menuntaskan kasus ini, paling tidak kita minta diakuin saja anak kita itu ditembak oleh negara," terang Laksmiati.

Selain Laksmiati, hadir kakak Hafidin Royan, Huda Nurjanti. Huda mengungkapkan harapan yang sama ihwal penuntasan kasus tersebut.

"Mungkin harapan kami dan teman-teman yang lain, kenapa ini bisa terjadi? Siapa yang bertanggung jawab? Nggak ada keinginan lain selain meng-clear-kan kejadian tahun '98, 4 orang mahasiswa korban Trisakti itu," tutur Huda. (ibh/zak)