KPU: Sosialisasi Pemilu di Rumah Ibadah Boleh, Kampanye Dilarang

Yulida Medistiara - detikNews
Jumat, 08 Feb 2019 16:11 WIB
Foto: Ketua KPU Arief Budiman (Agung Pambudhy-detikcom).
Jakarta - KPU akan menggelar sosialisasi Pemilu di rumah ibadah. Ketua KPU Arief Budiman mengatakan sosialisasi di rumah ibadah diperbolehkan, yang dilarang adalah kampanye di tempat ibadah.

"Kalau sosialisasi boleh di mana saja, yang diatur untuk tempat tempat tertentu itu tidak boleh itu kampanye. Anda harus bedakan kampanye dan sosialisasi," kata Arief, di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2019).

Arief menjelaskan perbedaan sosialisasi dan kampanye. Menurutnya sosialisasi pemilu dilakukan oleh KPU, sementara kampanye dilakukan oleh peserta pemilu, partai politik, capres cawapres hingga calon anggota DPR, DPRD, DPD.



"Kalau kampanye itu dilakukan oleh peserta pemilu, tempatnya di atur tidak boleh di lembaga pemerintah, tidak boleh di tempat ibadah. Kalau sosialisasi dilakukan KPU bisa dimana saja," kata Arief.

Ia mengatakan bentuk sosialisasi bisa apa saja. Misalnya berupa khutbah hingga permainan.

"Sosialisasi itu bentuknya bisa permainan bentuknya khotbah bentuknya nyanyi bentuknya main drama, apa saja boleh aja. Sosialisasi itu di mana saja boleh, kalau kampanye ada tempat tempat yang tidak boleh," kata Arief.



Sebelumnya, KPU akan mendorong sosialisasi Pemilu melalui organisasi keagamaan hingga rumah ibadah. Sosialisasi itu akan dilakukan 3 minggu sebelum pencoblosan.

"Kita juga kerja sama dengan Kemenag, MUI, semua organisasi keagamaan. Tiga minggu sebelum hari pemungutan suara kita akan manfaatkan khotbah keagamaan sosialisasi pemilu. Termasuk seorang non muslim di gereja," kata Komisioner KPU Wahyu Setiawan dalam diskusi di Para Syndicate, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (7/2).




Simak juga video 'BPN: Bawaslu, KPU dan Polisi Harus Adil Sikapi Tabloid Indonesia Barokah':

[Gambas:Video 20detik]

(yld/rvk)