Beda Genderuwo Versi Jokowi dan Prabowo

Faiq Hidayat - detikNews
Jumat, 08 Feb 2019 08:25 WIB
Ilustrasi Jokowi dan Prabowo Foto: Edi Wahyono
Jakarta - Capres petahana Joko Widodo (Jokowi) sempat melontarkan saat ini banyak politikus yang pandai memengaruhi. Banyak yang tidak menggunakan etika dan sopan santun politik yang baik.

"Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan, kekhawatiran. Setelah takut yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat menjadi, memang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga menjadi ragu-ragu masyarakat, benar nggak ya, benar enggak ya?" kata Jokowi saat pidato pembagian sertifikat tanah untuk masyarakat Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada November 2018 lalu.

Politikus yang menakut-nakuti yang dimaksud Jokowi adalah politikus 'genderuwo'. Mereka dianggap Jokowi menakut-nakuti masyarakat dengan ketidakpastian.

"Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Nggak benar kan? itu sering saya sampaikan itu namanya politik genderuwo, nakut-nakuti," tegasnya.



Apa arti atau makna politik genderuwo yang diucapkan Jokowi?

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding menilai politikus 'genderuwo' tersebut yakni politik yang senang membuat orang ketakutan dan membangun pesimisme. Selain itu, politik yang berbicara besar tanpa data dan menebar berita palsu atau hoax.

"Politik genderuwo itu adalah politik yang senangnya menakut-nakuti. membuat orang ketakutan, membuat rakyat khawatir, dan kesenangan membangun pesimisme, sekaligus politik yang bicara besar tapi tidak berdata, politik yang menebar hoaks, jadi itu lah politik genderuwo," kata Karding saat dihubungi, Kamis (7/2/2019).

Politik 'genderuwo' tersebut, menurut Karding tidak digunakan oleh kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Pihaknya tidak akan menebarkan hox dan tidak menakut-nakuti masyarakat pada pilpres 2019.

"Dan pak Jokowi saat itu mengatakan bahwa rakyat Indonesia tidak perlu takut khawatir kita tidak akan punah, tidak akan bubar, kita tidak akan miskin 99 persen rakyat Indonesia pas-pasan, kita tidak akan menggunakan selang untuk 40 pasien, kita tidak akan memanipulasi surat suara 7 kontainer, kita tidak akan berbohong sekedar menang pemilu misalnya operasi plastikan dan sebagiannya," jelas dia.

Capres Prabowo Subianto juga sempat mengucapkan genderuwo. Dia menilai Prabowo hanya meniru Jokowi karena tidak mempunyai narasi kampanye yang baru.

"Pak Prabowo ikut-ikut kehabisan narasi dan diksi," tutur dia.



Genderuwo Versi Kubu Prabowo

Prabowo merasa Republik ini dimiliki oleh genderuwo. Hantu itu mempersulit Prabowo memperoleh kredit usaha namun memudahkan pihak lainnya untuk mendapat layanan pinjaman dana.

Istilah genderuwo dilontarkan Prabowo saat bercerita kesulitan menjalankan bisnisnya, yakni sulit mendapat pinjaman di bank. Ini yang menyebabkan biaya politiknya dihemat. Di sisi lain, Prabowo merasa ada sebagian orang yang bisa diberi kredit terus-menerus secara mudah.

"Ini negara punya siapa? Punya genderuwo katanya ini. Punya genderuwo," kata Prabowo di Hall Sport Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2).



Siapa sosok genderuwo yang dimaksud Prabowo?

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengatakan, sosok gaib di Indonesia itulah yang menyebabkan Prabowo kesulitan menjalankan bisnisnya. Genderuwo misterius itu bekerja dengan cara-cara yang tidak logis. Soalnya, perusahaan Prabowo dinilainya adalah perusahaan yang jelas namun tetap saja tidak bisa mengakses kredit. Kesulitan yang dihadapi Prabowo ini dinilainya sebagai buah dari pertimbangan tidak logis dari genderuwo.

"Yang jelas di Indonesia ini banyak yang gaib. Genderuwo ini kan makhluk gaib," kata Andre Rosiade, kepada wartawan, Jumat (8/2).

Genderuwo adalah sosok yang menakutkan. Namun Andre yakin apa yang disampaikan Prabowo tidak menimbulkan ketakutan. Justru Prabowo membangunkan kesadaran akan adanya sosok yang perlu dilawan, caranya adalah datang ke tempat pemungutan suara dan menyalurkan pilihan politik.

"Sehingga hal-hal yang gaib seperti genderuwo bisa hilang di negara kita, supaya semuanya menjadi rasional dan logis," ujarnya.


Praktisi sebut Ada Tiga 'Genderuwo' Ekonomi, Apa Maksudnya? Simak Videonya:

[Gambas:Video 20detik]


(fai/dnu)