"Di kita ini yang namanya rayap itu luar biasa ganas. Tiangnya itu terbuat dari kayu, jadi dimakan (rayap)," ujar Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Hery Herlangga, ketika dihubungi, Kamis (7/2/2019).
Atap ditopang oleh kayu dengan ketebalan sekitar 20 cm. Hery menduga bagian dalam kayu digerogoti rayap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun tidak seluruh atap roboh, demi keselamatan, proses belajar-mengajar seluruh siswa kelas 4 dan 5 dipindahkan ke GOR bulutangkis, ruang serbaguna, kantor Desa Cicau, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (7/2). Jarak SDN Cicau 01 dengan GOR kurang-lebih 15 meter.
Hery melanjutkan pihaknya akan segera merenovasi bangunan sekolah yang ambruk itu.
"Selasar saat ini sedang dibersihkan, dilihat dulu. Mau diperbaiki. Sementara siswa belajar di GOR yang ada di seberangnya," ujar Hery.
"Secepatnya dan setelah itu kita bersihkan dulu karena itu kan butuh dilihat dulu dan dilaporkan, secepatnya. Yang jelas anggaran sudah tersedia," ujar Hery.
Murid kelas 4 dan 5 SDN Cicau 01 belajar secara lesehan di GOR kantor Desa Cicau, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.











































