DetikNews
Kamis 07 Februari 2019, 17:57 WIB

Jokowi Sebut Ambil Alih Freeport Tak Mudah: Ada Intrik Politik

Andhika Prasetia - detikNews
Jokowi Sebut Ambil Alih Freeport Tak Mudah: Ada Intrik Politik Presiden Jokowi (Andhika Prasetya/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara sulitnya mengambil alih saham PT Freeport sebesar 51 persen. Ada tekanan dan intrik politik di baliknya.

"Dipikir ambil alih Freeport barang gampang? Kalau mudah dan gampang, sudah diambil alih dari dulu. Saya kira para ulama tahu kita berhadapan dengan siapa. Dipikir tidak ada intrik politik yang menekan kita dari depan-belakang? Untungnya saya kurus," ujar Jokowi dalam acara silaturahmi dengan kiai dan habib se-Jadetabek di Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019).

Jokowi menyebut selama 4 tahun pemerintah melakukan negosiasi divestasi saham PT Freeport. Perintah tersebut disampaikan secara tegas kepada menterinya.




"Ini jangan politik bolak-balik hanya untuk kepentingan sesaat. Ini 4 tahun kita lakukan. Bukan barang mudah. Bukan negosiasi yang mudah. Perintah ini apa sudah betul? Menteri saya sampai nanya gitu," terang Jokowi.

Di depan ulama, Jokowi juga menjawab tuduhan anti-ulama. Jokowi menegaskan tuduhan itu tidak berdasar.

"Mengenai kriminalisasi ulama dan anti-Islam. Bagaimana itu? Tadi sudah disampaikan Ketua MUI. Yang tanda tangan Hari Santri itu siapa? Ini bukan riya. Saya hanya ingin ingatkan, yang tanda tangan Hari Santri siapa," jelas Jokowi.


Saksikan juga video '51% Saham Freeport Lunas, TKN: Memang Ada Kepentingan Politik':

[Gambas:Video 20detik]


(dkp/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed