DetikNews
Kamis 07 Februari 2019, 15:36 WIB

5 WN Bulgaria Pembobol Rekening Turis di Bali Ditangkap, 1 DPO

Aditya Mardiastuti - detikNews
5 WN Bulgaria Pembobol Rekening Turis di Bali Ditangkap, 1 DPO Lima warga negara Bulgaria ditangkap polisi karena membobol kartu ATM turis asing di Bali. (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Denpasar - Lima warga negara (WN) Bulgaria ditangkap polisi karena membobol kartu ATM turis asing di Bali. Satu orang masih diburu polisi.

Identitas kelima pelaku adalah Ivaylo Filipov Trifonov Sofia (43), George Jordanov Sofia (46), Todor Krasimirov Dobrev Sofia (21), dan Andrev Iliev Peytchev Sofia (41). Kemudian Varadin Nikolaev Popov Plodiv (28) dan satu lagi berstatus DPO belum diketahui identitasnya, Mr X.

"Ada satu Mr X yang berhasil melarikan diri masih dalam pengejaran dan sudah koordinasi dengan Imigrasi," kata Dirkrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan saat jumpa pers di kantornya, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Kamis (7/2/2019).


Andi menyebut para pelaku menyasar para turis asing yang berwisata ke Pulau Bali. Andi mengatakan para pelaku skimming ini biasanya jaringan dari Bulgaria.

"Modus operandinya di ATM mereka pasang scammer. Inilah yang merekam data elektronik di ATM, kemudian disambung dengan router card. Kemudian kabel ini berhubungan dengan modem yang ada di ATM masuk ke card router sehingga kalau ada transaksi masuk data itu ke kartu ini," ujarnya.

Satu pelaku masih buron.Satu pelaku masih jadi buron. (Aditya Mardiastuti/detikcom)

Andi mengatakan para pelaku ini juga meletakkan kamera tersembunyi untuk merekam PIN nasabah bank. Data tersebut divalidasi ke kartu putih yang menjadi kopi kartu ATM milik nasabah.


Saat penangkapan, polisi sempat mengejar para pelaku. Bahkan salah seorang anggota yang akan melakukan penangkapan ditabrak oleh pelaku.

"Pada saat (pelaku) ditangkap, petugas akan ditabrak. Di mobil juga ditemukan sajam. Apabila dia terdesak, patut diduga akan melukai korbannya," tuturnya.

Para pelaku skimming ini merupakan jaringan dari Bulgaria.Para pelaku skimming ini merupakan jaringan dari Bulgaria. (Aditya Mardiastuti/detikcom)

Para pelaku juga dikenal cukup licin dalam beraksi. Mereka menggunakan rambut palsu dan menutup wajahnya dengan sabo.

"Setelah kami lakukan penangkapan, menyita 1 Avanza Veloz, satu Toyota Calya, motor operasional sehari-hari, ribuan kartu ATM, 3.000 lebih, dan uang tunai Rp 788 juta," jelas Andi.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 46 ayat (1) juncto Pasal 30 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah oleh UU No 19 Tahun 2016 juncto Pasal 55 KUHP atau Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP juncto Pasal 55 KUHP. Ancamannya 6 tahun penjara dan denda Rp 6 miliar.
(ams/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed