detikNews
Kamis 07 Februari 2019, 10:26 WIB

Petugas Arahkan Pejalan Kaki yang Masih Lewat di Jl Jatibaru ke Skybridge

Roland - detikNews
Petugas Arahkan Pejalan Kaki yang Masih Lewat di Jl Jatibaru ke Skybridge (Foto: Roland/detikcom)
Jakarta - Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan sosialisasi terkait pengaturan bagi pejalan kaki di Jalan Jatibaru, Tanah Abang. Petugas pun mengarahkan masyarakat yang masih melewati jalan tersebut unyuk mengakses jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge.



detikcom memantau situasi di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2019) pagi. Tampak masih ada pejalan kaki yang belum tahu mengenai pengaturan jalan tersebut.

Petugas Arahkan Pejalan Kaki yang Masih Lewat di Jl Jatibaru ke SkybridgeFoto: Roland/detikcom


Petugas Dishub terlihat berjaga di bawah skybridge arah Jatibaru dan arah Blok G Tanah Abang. Mereka mengarakan warga yang masih melintas di jalan tersebut untuk menggunakan skybridge.

Spanduk sosialisasi juga tampak terpasang di beberapa titik di skybrigde. Spanduk memberitahukan bahwa pengaturan jalan mulai berlaku per hari ini.

"Efektif per tanggal 7 Februari 2019. Pejalan kaki dilarang melintas. Gunakan JPM menuju Halte Jak Lingko dan Stasiun KAI," demikian tulisan dalam spanduk itu.

Petugas Arahkan Pejalan Kaki yang Masih Lewat di Jl Jatibaru ke SkybridgeFoto: Roland/detikcom


Salah seorang warga, Ifrian, menilai pengaturan bagi pejalan kaki ini cukup menyusahkan. Menurut dia, pejalan kaki akan lebih mudah jika melintas di Jalan Jatibaru.

"Kalo yang saya tahu bakal nyusahin sih kalo lewat sini (skybridge), kalo di bawah bakal mudah. Kalo lewat bawah kan enak bisa ke mana-mana," ujarnya.

Petugas Arahkan Pejalan Kaki yang Masih Lewat di Jl Jatibaru ke SkybridgeFoto: Roland/detikcom


Tanggapan juga muncul dari warga lain bernama Emi. Dia merasa lebih capek jika menggunakan skybridge.

"Ya capeklah, kan jauh. Saya kan mau ke Blok A. Kan capek." imbuh dia.



Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta bersama PT Kereta Commuter Indonesia sepakat mengatur pejalan kaki di Jalan Jatibaru. Pengaturan akan dimulai pada Kamis (7/2).

"Penyesuaian ini telah dikoordinasikan oleh PT Transportasi Jakarta (TransJakarta), PT KAI Daop 1, dan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI). Jalan Jatibaru akan dibebaskan dari orang berjalan kaki, menyeberang sembarang, penurunan hingga penjemputan," kata Direktur Utama TransJakarta Agung Wicaksono seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima detikcom dari PT KCI, Senin (4/2).

"Penumpang kereta yang ingin memanfaatkan layanan TransJakarta bisa menuju Halte Tanah Abang dengan akses tangga. Begitu pula sebaliknya. Pelanggan TransJakarta bisa mengakses Stasiun Tanah Abang. Karena keduanya saling terintegrasi," jelasnya.

PT KCI menjelaskan pihaknya terus mendukung integrasi antarmoda dengan salah satunya pemanfaatan jembatan penyeberangan multiguna (JPM) atau skybridge.

"Pengguna yang hendak melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek daring, ojek, bajaj, taksi, maupun moda lainnya dapat keluar dari hall utara (bangunan baru) Stasiun Tanah Abang," jelas Agung.

"Sementara pengguna yang hendak melanjutkan perjalanan dengan TransJakarta, bus kota lainnya, maupun mikrolet dapat keluar dari hall selatan (bangunan lama) Stasiun Tanah Abang dan mengakses tangga di sisi kanan dan kiri bangunan sesuai petunjuk yang ada di lokasi. Bagi mereka yang hendak berjalan kaki ke kawasan Pasar Tanah Abang juga diarahkan hanya menggunakan JPM, tidak melintas maupun menyeberang sembarangan di Jalan Jatibaru," bebernya.

Sementara itu, untuk sebaliknya, warga yang hendak mengakses stasiun dari TransJ atau mikrotrans Jak Lingko bisa masuk melalui hall selatan (bangunan lama). Sedangkan calon penumpang yang menggunakan moda lain dapat masuk melalui hall utara (bangunan baru) Stasiun Tanah Abang.


Simak Juga 'Duh! Skybridge Tanah Abang Sudah Beroperasi, Tapi...':

[Gambas:Video 20detik]



(knv/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com