Markas Besar PBB Diwarnai Aksi Demo & Antrean Wartawan
Rabu, 14 Sep 2005 21:51 WIB
New York - Markas besar PBB, New York, Rabu (14/9/2005) sejak pukul 07.00 waktu setempat (18.00 WIB) sudah mulai riuh rendah. Mulai dari para kepala negara berdatangan, pengamanan superketat, berbagai aksi demo digelar, hingga antrean wartawan yang mencapai 500 meter, mewarnai suasana gedung markas besar.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali berjalan kaki dari Hotel Millennium UN Plaza menuju markas besar PBB. Hotel tempat SBY menginap itu hanya sekitar 5 menit jika ditempuh dengan berjalan kaki. Lokasinya memang dekat, pas di seberang markas besar PBB.Wartawan detikcom, Budiono Darsono dari New York melaporkan, SBY didampingi Menlu Hassan Wirajuda, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, dan Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal.Kehadiran SBY ke markas besar PBB itu untuk mengikuti welcoming breakfast. Tiba di markas besar PBB, SBY langsung menuju ke North Delegates Lounge.Sementara itu, di sudut kiri di seberang markas besar PBB, berbagai demo digelar oleh ratusan orang. Berbagai poster dan spanduk dipajang. Pengeras suara juga membahana.Demo yang digelar itu temanya sangat beragam. Mulai dari demo anti Presiden Iran hingga demo soal pembebasan Tibet dari belenggu Cina.Para demontrans tidak bisa bergerak lebih maju. Posisi mereka untuk berdemo itu sudah dipagar betis barikade yang terbuat dari pagar besi. Ribuan polisi tersebar di seputar gedung PBB. Praktis, seluruh jalan yang mengarah ke gedung PBB di blokade untuk umum.Kecuali rombongan kepala negara saja yang diizinkan menggunakan mobil. Selebihnya hanya para pejalan kaki saja yang boleh melintas mendekati markas besar PBB. Hanya mereka mereka yang menggunakan tanda pengenal dari PBB saja yang bisa memasuki kawasan di seputaran 500 meter dari gedung PBB.Polisi yang berjaga bertindak ketat dan tegas. Seorang anggota militer dari sebuah negara dari kawasan Afrika yang akan memasuki kawasan markas PBB, sempat ditegur polisi.Gara garanya, ia memasukan kartu pengenalnya ke dalam baju. Tanda penghargaan ketentaraannya yang menonjol. Setelah sang tentara tersebut mengeluarkan tanda pengenalnya, barulah pak tentara tadi diizinkan memasuki kawasan gedung PBB.Di depan markas besar PBB, puluhan mobil TV sudah berjajar. Mereka melakukan siaran langsung. Sementara para wartawan yang berniat memasuki markas besar PBB harus bersabar. Pintu masuk untuk wartawan berada di sudut paling kiri markas besar PBB.Gampangkah para wartawan masuk? Tidak. Antrean wartawan bisa mencapai ribuan orang. Panjang antrean sampai pukul 09.15 waktu setempat atau pukul 18.15 waktu Jakarta, lebih dari 500 meter. Antrean itu bergerak tersendat. Sebab pemeriksaan bagi wartawan pun sangat ketat.
(fab/)











































